Blangkejeren(alabaspos), Tidak seluruhnya pemain PSGL Gayo Lues harus didatangkan dari luar daerah, buktinya dari 21 pemain PSGL lebih separuhnya adalah pemain lokal, salah satu pemain yang menonjol selama liga 3 grup C digelar di stadiun seribu bukit, ada seorang pemain yang sering menjadi perhatian penonton, bertubuh kecil berkulit hitam, namun dalam mengolah sikulit bundar dilapangan hijau, dia cukup piawai kelincahannya selalu menjadi momok bagi pemain lawan, kelincahannya selalu mengganggu setiap pemain lawan yang berusaha memasuki wilayah PSGL Gayo Lues,
Pada laga PSGL lawan Persada Aceh Barat Daya kamis sore 27/7 distadiun seribu bukit pemain kelahiran desa Mangang Kecamatan Rikit Gaib 20 tahun silam Suaiful Mahdi, dipercaya pelatih PSGL menduduki posisi pemaian tengah, tanggung jawabnya harus mampu menahan serangan lawan dan mampu memberikan umpan bola kepada pemain depan PSGL.
Hal ini dibuktikan Suaiful Mahdi setiap berlaga dilapangan hijau, selain akurat memberikan umpan bola kepada rekannya, Suaiful Mahdi juga ikut berjibaku melakukan penyerangan hingga ke garis finalti lawan. bahkan gol tunggal yang diciptakan M.Dwi Rafi Angga(9) ke gawang Persada Abdya merupakan bagian kontribusi dari Suaiful Mahdi, tentunya pelatih Amrico tidak gegabah menempatkan posisi anak Rikit Gaib yang kini tinggal di lokasi Transmigrasi Pantan Cuaca ini sebagai pemain tengah atau palang pintu dilapangan hijau.
Melihat gaya permainan Suaiful Mahdi dilapangan membuat kecak kagum dari ketua Pengcab PSSI Gayo Lues Drs.Abu Bakar Djasbi.
"tolong difotokan kami ini merupakan pemain lokal kita yang sudah mampu bermain sepak bola dengan baik, ini anak pantan cuaca namun sudah mampu menjadi pemain inti PSGL, kita bangga dengan anak anak kita ini, tolong fotokan kami" ujar Abu Bakar Djasbi kepada awak media ini, usai laga PSGL lawan Persada Abdya.
Camat Rikit Gaib Buniyamin mengatakan Suaiful Mahdi merupakan pemain berbakat, pertama kali ikut kejuaraan saat ada kejuaraan antara kampung (tarkam) dan dia terpilih untuk memperkuat tim dari Rikit Gaib, kemudian di rekrut oleh PSGL, saat main Tarkam dulu dia dipanggil Dogma, entah kenapa kog panggilan itu diberikan kepadanya, sebagai pimpinan daerah di Rikit Gaib kami merasa bangga ternyata ada anak Rikit Gaib ikut membela PSGL Gayo Lues, mudah mudahan akan muncul lagi generasi lainnya dari Rikit Gaib, kami berharap agar Suaiful Mahdi teruslah berlatih sehingga suatu saat menjadi pemain andalan untuk membela Gayo Lues dan Aceh, kalau bisa menjadi pemain nasional, ujar Buniyamin semangat.(azl)