Blangkejeren(alabaspos.com), Perbincangan hangat program penanaman kopi 4 juta pohon terus bergulir di tengah masyarakat Gayo Lues, program Bupati dan wakil Bupati (Suhaidi-Maliki) ini merupakan jumlah bibit kopi terbanyak dari beberapa program tanaman kopi oleh beberapa Bupati-Wakil Bupati sebelumnya,bahkan perbincangan yang cukup serius terjadi lahan persiapan milik Kadis Pertanian Ir.Abdul Hakim yang sempat disinggahi oleh anggota DPRK Ibrahim S.Hut, masih dalam kawasan Desa Agusan ditepi jalan nasional Blangkejeren-Kutacane Minggu 26/4/2026.
"Tentunya kami harus punya lahan tanaman kopi sesuai dengan program Bupati Gayo Lues,lokasi ini diatas 1200 m Dari permukaan laut (DPL) kita harus seriuslah untuk fokus pada program pemberdayaan ekonomi masyarakat ini mudah mudahan dapat berhasil secara maksimal" ujar Abdul Hakim.
Namun anggota DPRK Ibrahim S.Hut lebih menekankan terkait dengan mutu atau kualitas bibit kopi yang akan diberikan pada pada masyarakat petani.
" Kita lihat selama beberapa priode Bupati sebelumnya dalam RPJM mereka semua menyetuh program penanaman kopi,bahkan sudah terlalu banyak jika di hitung, pertanyaannya bibit kopi yang begitu banyak belum memperlihatkan hasilnya,hasilnya memang ada tapi hasil produksi kopi tersebut belum maksimal dan belum mampu sepenuhnya mengangkat ekonomi masyarakat.tentunya hal ini harus sama sama kita evaluasi agar program 4 juta bibit kopi tahun ini bisa berhasil secara maksimal dan benar benar memberikan manfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat luas, tentunya yang utama soal varietas kopinya benar benar original kopi arabica Gayo,kemudian bibit harus benar benar tua dari indukan yang terekomendasi bukan bibit asal asalan, sehingga tidak mengecewakan masyarakat yang menanamnya,begitu juga pengawasan dan edukasi penanaman dan perawatan tanaman kopi dari sejak tanam sampai produksi,ini juga perlu di perhatikan" ujar Ibrahim yang biasa disapa dengan sebutan bang Baim.
Apa yang dikatakan Anggota DPRK Gayo Lues ini ditanggapi positif oleh Kadis Pertanian Abdul Hakim.
Abdul Hakim menegaskan bahwa program 4 juta bibit kopi ini sepenuhnya bantuan langsung dari Kementerian Pertanian Gayo Lues hanya penerima manfaat namun demikian kita harus menyiapkan semua bentuk administrasinya,luas lahan termasuk ketinggian lahan,calon penerima bantuan bibit, kemudian kami juga harus menyiapkan aplikasi koordinat dan lokasi lahan,terkait soal mutu bibit kopi juga menjadi perhatian utama kami sebab ini menjadi taruhan bagi keberhasilan produk kopi nantinya.jelas Abdul Hakim di dampingi Kadis Pertanahan Gayo Lues Muhktar yang juga dihadir di lokasi tersebut.