Blangkejeren(alabaspos.com), Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL),akan melakukan penanaman tanaman keras dengan jenis tanaman Durian,Enau,Jengkol sebanyak 90 ribu batang dibeberapa kawasan seperti di Agusan atas, Kacang retak,Uning pune yang merupakan bagian kawasan TNGL seluas lebih dari 100 Hektar.
Hal dikatakan Ali Sadikin SH kepala SPTN III Blangkejeren Rabu 3/6/2026.
Untuk kegiatan penanaman beberapa jenis tanaman keras itu akan dilakukan setelah pelaksanaan pembibitan selesai dan akan diserahkan kepada masyarakat yang selama ini menggunakan sebagian dari kawasan konservasi sebagai penopang ekonominya.
"Kita harus konsekuen kepada masyarakat yang menggunakan kawasan tersebut,mereka wajib tanam dan menandatangani perjanjian dan kami akan melakukan pemantauan.ini merupakan program rehabilitasi lahan pasca bencana hidrometeorologi lalu,beberapa kawasan di TNGL khususnya di kecamatan Putri Betung mengalami kerusakan berupa longsoran,ini harus kita rehabilitasi kembali dengan tanaman yang bernilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekaligus tanaman yang dapat mengurangi kerusakan kondisi lahan.artinya kawasan konservasi tetap terjaga dan masyarakat dapat memetik nilai ekonominya.Jelas Ali Sadikin.
Terkait dengan masih munculnya Harimau di beberapa kawasan di kecamatan Putri Betung,Ali Sadikin tidak mau berkomentar banyak,sebab hal itu merupakan tupoksinya BKSDA, namun Ali Sadikin mengingatkan agar masyarakat tetap waspada karena dari pantauan kamera trap yang dipasang petugas TNGL terekam bahwa Harimau yang nyaris menelan korban warga Desa Singah Mulo lalu,masih berada di kawasannya.
"Sifat harimau tidak bergerombol selalu sendiri dan menguasai kawasannya atau habitatnya,dari rekaman kamera Harimau itu masih mondar mandir dari kawasan Singah Mulo dan Kutelengat.jika kami melihat dari rekamannya kondisi harimau pernah mengalami gangguan dari manusia,sehingga Harimau tersebut agak ganas." Papar Ali Sadikin