Headline

CV.Mutiara Hijau Lestari Blangkejeren,Akan Ramaikan Bursa Sigaret Nasional

Redaksi
Azhari Lubis
Said Mukhtar selaku owner pabrik rokok CV Mutiara Hijau Lestari saat berada di lokasi pabrik Sigaretnya

Blangkejeren (alabaspos.com ),CV Mutiara Hijau Lestari Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues tidak lama lagi akan ramaikan Bursa rokok kretek Indonesia.Perusahaan yang dikelola oleh Said Mukhtar Warga Kecamatan Blangkejeren ini saat ini sedang menyiapkan seluruh perangkat pabrik maupun sarana pendukung lainnya.Kenapa Said Mukhtar memilih berinovasi dibidang berbahan baku tembakau ini?

"Semula saya bertemu dengan ponakan saya di pulau Jawa dia bekerja disalah satu perusahaan rokok terbesar disana,kami melihat langsung bagaimana cara penanaman tembakau dilahan yang tidak begitu subur,namun tembakaunya cukup baik,kami juga melihat cara kerja dari proses pembuatan rokok,dan Gayo Lues sejak puluhan tahun lalu dikenal sebagai sentra produksi tembakau di Aceh,namun akhir akhir ini tembakau Gayo Lues sangat menurun drastis produksinya,inilah yang menjadi inovasi bagi saya untuk menghidupkan kembali pertanian tembakau melalui pabrik rokok dibawah bendera Mutiara Hijau Lestari,Makna dari nama ini tidak terlepas untuk melestarikan tanaman tembakau sebagai mutiara hijau." Ujar Said Mukhtar membuka pembicaraan dengan awak media alabaspos.com Rabu 21/5/2026

Sebenarnya tujuan dari pabrik rokok ini apa ?

" Selain untuk melestarikan tanaman tembakau yang begitu dikenal sejak dahulu,kami ingin membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,pasca bencana lalu tidak sedikit warga kita mengalami kesulitan ekonomi,lahan mereka rusak rumah hanyut dengan adanya lapangan kerja di pabrik rokok ini, harapan kami ekonomi masyarakat dapat bergerak kembali,dampak positif lainnya pabrik rokok yang membayar cukai akan mendapat tambahan dana bagi hasil cukai tembakau untuk daerah ini.sebab selain memproduksi tembakau oleh petani Kabupaten Gayo Lues juga memiliki pabrik rokok." Jelas Said Mukhtar

Saat ditanyakan kebutuhan karyawan dan kebutuhan baku baku dalam proses rokok di CV Mutiara Hijau Lestari.

"Diawal awal ini kebutuhan karyawan untuk melinting sigaret kretek tangan sekitar 100 orang karyawan dengan komposisi 75 karyawan bekerja melinting rokok dan 25 orang akan bekerja di sektor packing.soal bahan baku kita akan gunakan tembakau Gayo Lues ini di tambah dengan tembakau dari luar dan diracik oleh tenaga ahlinya dengan berbagai kombinasi sehingga menghasilkan aroma dan rasa khas bahkan ada beberapa rasa dan aroma seperti aroma anggur misalnya." Jawab Said Mukhtar selalu owner CV.Mutiara Hijau Lestari.

Mutiara Hijau Lestari yang kini tergabung dalam PPRI ( Persatuan Pengusaha Rokok Indonesia) hasil produksinya seperti disebutkan Said Mukhtar akan dipasarkan di Kabupaten Gayo Lues serta di berbagai daerah lainnya.dengan harga yang cukup terjangkau.

Penulis: Azhari Lubis

Situs ini menggunakan cookies.