Blangkejeren(alabaspos.com) Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Ujang Wisnu Barata, S.Hut., M.Sc., M.Si. menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang di alami oleh Roni 26 tahun warga Kampung Singah Mulo Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues yang diterkam Harimau Sumatra saat bekerja di kebunnya pada Selasa siang 19/5/2026.
" Saya ikut prihatin atas kejadian dan musibah yang di alami warga atas serangan Harimau Sumatra dan lokasi tersebut sangat dekat dengan lokasi yang merupakan habitat Harimau Sumatra, Kami berharap agar masyarakat lebih waspada serta berhati hati dalam melakukan aktifitas, utamakan keselamatan, Kami akan membentuk tim bersama BBTNGL segera melakukan pemantauan maupun merencanakan pemasangan kamera trap disana,dan kami juga telah mengunjungi keluarga korban menyampaikan rasa prihatin yang dalam sekaligus memberikan santunan tali silaturrahmi dan berharap korban segera sembuh dan pulih kembali " tulis Kepala BKSDA Aceh ini kepada media alabaspos.com melalui aplikasi WhatsApp.
Roni yang menjadi korban ganasnya Harimau Sumatra saat ini masih dalam perawatan medis di RSUD Shalahuddin Kutacane Aceh Tenggara usai dilakukan operasi atas luka yang dialami korban oleh tim dokter RSUD Shalahuddin Senin malam 19/5/2026 mendapat kunjungan (dibesuk ) oleh Bupati Aceh Tenggara H.Muhammad Salim Fakhri dan Istrinya Nurjannah Pasaribu,bahkan selain ikut merasa prihatin atas apa yang di alami korban Bupati Aceh Tenggara ini menyampaikan kepada pihak RSUD Shalahuddin untuk melakukan perawatan maksimal kepada Roni yang masih terbaring dengan kondisi masih terbius usai dilakukan operasi.
"Saya minta lakukan perawatan maksimal kepada anak kita ini,walaupun dia warga Kabupaten Gayo Lues berikan pelayanan maksimal,dalam kondisi seperti ini kita tidak melihat status warga selagi masih penduduk Provinsi Aceh,kita harus layani dalam hal perawatan anak kita ini, ditanggung oleh BPJS/JKA Aceh Tenggara tidak mengenal Desil semua warga masyarakat yang hendak mendapatkan layanan kesehatan harus gratis,apalagi warga Kabupaten Gayo Lues itu adalah saudara kita juga,antara Aceh Tenggara dan Gayo Lues tidak dapat terpisahkan persaudaraan yang selama ini kita jalin.ujar Muhammad Salim Fakhri seperti dikutip dalam salah satu akun di media sosial ,selain itu Orang nomor satu di Aceh Tenggara dan merupakan ketua DPD I Golkar Aceh ini sempat berbincang dengan Ayah korban terkait kronologis yang dialami anaknya.di duga dalam serangan Harimau Sumatra itu,korban sempat melakukan perlawanan sehingga penguasa rimba raya meninggalkan korban sebelum datang bantuan dari rekan yang tidak jauh dari kebun korban.
Konflik antara manusia dengan Harimau Sumatra di Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tenggara terutama dalam kawasan hutan konservasi maupun di kawasan hutan lainnya dalam dua tahun terakhir ini sering terjadi,bahkan ternak milik warga sudah sering menjadi santapan Harimau,namun baru kali ini adanya penyerangan Harimau kepada manusia.banyaknya Harimau Sumatra yang turun di duga kuat karena adanya kerusakan habitat Harimau disebabkan perubahan fungsi lahan dan habitat harimau kemungkinan makin bertambah selain Harimau Lokal ada beberapa Harimau yang di lepas liarkan kembali di Gayo Lues yang berasal dari Luar Aceh.
Akibat adanya serangan Harimau terhadap manusia,membuat warga masyarakat di kecamatan Putri Betung yang mayoritas adalah petani,merasa takut dan was was untuk beraktivitas di kebun mereka.
" Jelas kami merasa takut dan was was mau bekerja di kebun,kebun adalah ekonomi kami tidak ke kebun dari mana penghasilan kami? Mau ke kebun takut dengan nenek (sebutan untuk harimau) kami jadi serba salah saat ini.semoga institusi terkait dengan keberadaan satwa yang dilindungi itu,benar benar bekerja melakukan pemantauan dan pengawasan secara rutin sehingga konflik antara manusia dan si nenek tidak terulang lagi,jika kami bunuh si nenek kami bisa masuk penjara sedangkan kalau kami menjadi mangsanya,kami bisa apa? " Ujar seorang warga Singah Mulo kepada alabaspos.com dengan nada bertanya.