Blangkejeren(alabaspos.com), Kematian seorang dokter perempuan di Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues membuat heboh warga bahkan beritanya viral di dunia media sosial,apalagi kematian dokter Shanty Hastuti dianggap tidak wajar dan ditemukan kondisi tubuhnya sudah mulai membusuk dengan tangan terikat kabel listrik, bagian kepala ditutup kain serta mulut di sumbat kain hitam bahkan ada ditemukan beberapa luka di tubuh korban,penemuan jenazah korban oleh adiknya kandungnya Norman pada Sabtu 21/3/2026 di lantai dua rumah korban sempat membuat heboh warga Blangkejeren dan menjadi pembicaraan ramai ditengah masyarakat,apalagi kondisi korban sangat mengenaskan di duga kejadian tindak kekerasan pada korban sudah berlangsung lebih dari seminggu sebelumnya.
Bukan hanya pihak keluarga tetapi masyarakat ramai berharap agar pihak Kepolisian Polres Gayo Lues dapat secepatnya meringkus pelaku pembunuhan pada tenaga medis yang selama ini bertugas pada Dinas Kesehatan Gayo Lues dan berdinas Puskesmas Pintu Rime Kecamatan Pining.
Disisi lain warga masyarakat juga sempat mempertanyakan begitu lamanya jenazah korban ditemukan padahal masih dalam bulan ramadhan apakah tidak ada komunikasi atau keinginan tahuan keluarga kenapa dr.Shanty Hastuti tidak kelihatan atau paling tidak berkomunikasi lewat Handphone, sebelum ditemukan adiknya ketika hendak silaturahmi lebaran idul Fitri ke rumah korban yang dikenal merupakan kediaman almarhum Saniman peninggalan orang tua mereka,yang pernah menjabat asisten II sekitar tahun 2003 lalu.
" Keluarga korban termasuk keluarga besar di Blangkejeren ini,dan korban tinggal sendiri di rumah sebesar itu setelah berpisah dengan suaminya seorang anggota polisi dan memiliki satu putri yang tinggal bersama ayahnya, jika ini benar merupakan tindakan perampokan , pencurian dan pembunuhan murni atau ada motif lain dibalik kasus ini,untuk itu kami selaku warga masyarakat sangat berharap pihak Kepolisian dapat menangkap pelaku secepatnya sehingga motif dari terbunuhnya korban dapat diungkapkan dan menghukum pelaku seberat beratnya.
Dan Polisi dipastikan memiliki kemampuan yang cukup untuk mengungkap semua kejadian ini" ujar beberapa warga kepada media ini.
Hal senada juga disampaikan Saparudin Telpi aktivis LSM yang juga masih keluarga dekat korban selain mengutuk perbuatan pelaku dia juga meminta pihak Kepolisian untuk secepat mungkin menangkap pelaku dan menyeretnya ke meja hijau.
Korban selama ini cukup dikenal sebagai seorang tenaga medis yang cukup ramah dan memiliki teman yang cukup banyak baik secara organisasi di ikatan dokter Indonesia (IDI) maupun pergaulan di tengah masyarakat dan korban juga membuka praktek sebagai dokter di kediamannya di kawasan Raklunung Blangkejeren.
Untuk mengungkap pelaku biasanya polisi dapat membuka cctv yang berada dalam kawasan kediaman korban,dan dukungan barang bukti lainnya.
Dari penyelusuran media ini di beberapa media sosial yang ada seperti Tik tok ditemukan akun korban @dr.shanty28 kelihatannya korban sangat rajin membuat konten dan yang terakhir korban masih sempat memposting kegiatan Buka bersama Ikatan dokter Indonesia (IDI) Gayo Lues pada tanggal 8 Maret 2026,setelah itu tidak ada lagi konten yang di posting sampai jenazahnya ditemukan 13 hari kemudian.
Dalam kasus kematian dokter kelahiran 1979 ini,Polres Gayo Lues terus bekerja keras untuk menangkap pelaku dan membongkar semua motifnya,Kasat Reskrim Iptu Muhammad Abidinsyah mengatakan beberapa saksi sudah di mintai keterangannya.
"Doa kan saja kami dapat secepatnya mengungkap kasus kematian dokter Shanty ini" jelasnya.