Headline

Program Bupati Gayo Lues: Kenapa Harus Kopi Bukan Tembakau?

Redaksi
Istimewa
Tanaman kopi dan Tembakau 

Blangkejeren(alabaspos.com) Program Bupati Gayo Lues Suhaidi sebanyak 4 juta lebih bibit kopi sah sah saja untuk meningkatkan perekonomian masyarakatnya,namun demikian jika dikaitkan dengan kondisi Gayo Lues pasca bencana hidrometeorologi Nopember 2025 lalu,dimana dampaknya membuat kondisi ekonomi masyarakat ambruk,harusnya pemerintah daerah lebih fokus untuk menggerakkan ekonomi pertanian dengan komoditi cepat panen dan cepat meningkatkan kembali roda ekonomi masyarakat, komoditi kopi memang menjanjikan,namun masa tanam dan berproduksinya cukup panjang butuh dari 2 Tahun ini pun jika dilakukan perawatan dan perlakuan yang insentif,sedangkan komoditi lain misalnya tembakau proses penanamannya mudah perawatan cukup mudah dan murah masa panen hanya tiga bulan.dan tembakau merupakan ke arifan lokal bagi masyarakat Gayo Lues sejak dari zaman dulu bahkan tembakau asal Blangkejeren cukup dikenal di kawasan Sumatera Utara dan Aceh.seluruh lahan di Gayo Lues sangat cocok bagi pertumbuhan tanaman tembakau.apalagi saat ini puluhan pabrik rokok mulai beroperasi di Provinsi Aceh,dan pabrik rokok ini tentunya butuh bahan baku tembakau,bahan baku itu ada di Gayo Lues.

Keuntungan menanam tembakau selain bibit mudah di peroleh,dan bibit mudah dibawa ke lahan untuk di tanam, perawatan tidak rumit,proses penanaman sampai panen cukup singkat,saat ini tembakau bisa langsung dijual dalam bentuk lembaran daun tidak lagi melalui proses pengiriman.harga jual tembakau Gayo lumayan tinggi dan selalu stabil.keuntungan lainnya Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT) untuk Daerah dari pemerintah pusat akan bertambah karena luasnya areal tanaman tembakau.tingkat pengangguran akan terserap ke lahan lahan perkebunan tembakau dan tanaman tembakau dapat dilakukan dilahan yang luas dan dilahan yang sempit.ditambah lagi mulai berdirinya pabrik rokok di Gayo Lues,selain butuh bahan baku juga butuh tenaga kerja yang banyak,tentunya ini sangat membantu pemerintah daerah dalam menekan tingkat pengangguran dan menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD).

Jika di analisis dari segi percepatan peningkatan ekonomi masyarakat pasca bencana hidrometeorologi lalu, tembakau sangatlah menjanjikan dan punya prospek cerah kedepan.atau paling tidak sebelum penanaman kopi dilahan kopi tersebut juga ditanam tembakau (tumpang sari) paling tidak dapat dilakukan sebanyak 2-3 kali tanaman tembakau menunggu tanaman kopi tumbuh dan berproduksi.

Selain itu Pemerintah daerah kabupaten Gayo Lues juga harus memperhatikan kondisi ketahanan pangan,kerusakan lahan persawahan akibat bencana cukup luas hingga berpengaruh pada ketersediaan pangan kedepannya, perbaikan lahan persawahan butuh proses dan anggaran yang besar dan waktu lama,jalan satu satunya bisa dilakukan dengan program menanam padi darat (Gogo Rancah) di lahan persawahan yang mengalami kerusakan.sehingga persediaan untuk ketahanan pangan di Gayo Lues dapat terbantu dan tidak seluruhnya harus didatangkan dari luar.


Penulis: Azhari Lubis

Situs ini menggunakan cookies.