Blangkejeren(alabaspos.com), Program 4 juta Bibit Kopi Bupati Gayo Lues terus bergulir tahap demi tahap dan progres program peningkatan ekonomi masyarakat tersebut kini mulai bergerak dan berlari selangkah demi selangkah, pembibitan biji kopi arabica sudah di mulai sosialiasi pelaksanaan penanaman kopi terus dilakukan,Satgas program penanaman kopi juga terbentuk,persiapan bagi calon Petani dan calon lokasi lahan oleh Dinas Pertanian dan Dinas terkait bekerja untuk memvalidkan data CPCL ,ke akurasian semua sektor demi keberhasilan program penanaman kopi ini terus dilakukan sampai masa tanam tiba.
Bahkan untuk keberhasilan program ini Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menyempatkan melakukan kegiatan selevel seminar terkait program Kopi pada Kamis 4/6/2026 dengan menghadirkan Guru besar sekaligus pakar Pertanian dari USK Banda Aceh Prof.Dr.Ir Abu Bakar Karim yang berlangsung di aula Pendopo Bupati setempat.selain dihadiri oleh Bupati Suhaidi dan sekaligus membuka acara tersebut juga terlihat hadir Wakil Bupati Maliki para kepala OPD camat dan seluruh petugas PPL dari Dinas Pertanian yang merupakan bagian ujung tombak program Geretek ( Gerakan restorasi peningkatan ekonomi) yang merupakan iconnya Bupati Gayo Lues dalam upaya meningkatkan semua sektor ekonomi masyarakat.
Dalam paparannya seminar yang dipandu oleh Djamaluddin Ilyas sebagai moderator,Abu Bakar Karim antara lain menjelaskan mengenai sifat dan struktur tanaman kopi termasuk ketinggian lahan sebagai lokasi penanaman,termasuk potensi keberhasilan dalam produksi buah kopi.
Dari beberapa pertanyaan maupun masalah lokasi lahan dan lokasi tempat tinggal CPCL yang berbeda yang disampaikan oleh audiens apakah itu camat,Petugas PPL maupun kepala OPD dikupas secara tuntas dalam kegiatan seminar ini.
Terkait Masalah tanaman kopi apakah penanaman seperti biasa atau dengan sistem pagar,menurut Abu Bakar Karim itu tergantung dengan keinginan masing masing petani dan semua tata cara penanaman kopi ada perlakuan yang harus dilaksanakan termasuk dalam perawatannya maupun pemupakannya.Abu Bakar Karim juga mengingatkan agar Pemerintah Daerah sebagai pelaksana program penanaman kopi,harus memperhatikan status lahan CPCL, seperti di kecamatan Putri Betung misalnya ada permasalahan terkait dengan TNGL dan Satgas PKH,jika lokasi lahan dalam kawasan TNGL sebaiknya di hindari agar tidak menjadi permasalahan kedepan,lakukan penanaman kopi dilahan berstatus APL( Areal penggunaan lain) atau paling tidak di lahan berstatus hutan produksi.mengenai adanya penanaman tanaman kopi di areal hutan pinus, menurut Abu Bakar Karim hal itu bisa dilakukan karena sudah ada kegiatan hal serupa di Kabupaten Bener Meriah dan hasilnya cukup baik,namun tata kelola penanamannya harus lebih berjarak dari pola tanam yang ada selama ini.penanaman di lahan hutan pinus sangat mungkin di lakukan,jika selama ini lahan hutan pinus hanya bisa campur sari dengan tanaman sere wangi,kini dengan menanam kopi juga bisa dilakukan.papar Abu Bakar Karim antara lain.
Suhaidi Bupati Gayo Lues berharap apa yang menjadi program utamanya ini,dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan baik dan menjadikan kopi menjadi primadona gerakan kebangkitan ekonomi Kabupaten Gayo Lues,lahan yang selama ini tidak produktif menjadi sasaran program empat juta bibit kopi,termasuk peremajaan kebun kopi masyarakat,soal jalan ke berbagai lahan perkebunan kopi Pemerintah daerah tentunya sudah memikirkan dan sudah merencanakannya agar lalu lintas komoditi kopi dari sentra perkebunannya mudah dan cepat.selain kopi komoditi kakao juga menjadi program Bupati Gayo Lues ini dalam berbagai kesempatan Suhaidi selalu mengajak dan mensosialisasikan program penanaman kopi termasuk kakao.bahkan PNS maupun P3K wajib memiliki lahan kopi minimal 1 Hektar sedangkan P3K paruh waktu minimal 1/2 hektar.Suhaidi merasa yakin jika masyarakat siap dan mendukung program ini,sektor komoditi kopi dan kakao dapat meningkatkan ekonomi masyarakat secara signifikan.