Putri Betung (alabaspos.com), Penderitaan warga yang mengalami musibah bencana hidrometeorologi pada Nopember 2025 lalu,belum juga berakhir hal ini dirasakan warga yang menghuni Hunian sementara (Huntara).
"Kami mengira beban derita akibat musibah bencana lalu bisa berakhir di Huntara ini,namun faktanya derita itu masih terus kami rasakan,bagaimana tidak, Bapak dapat melihat kondisi kami di Huntara ini jika hujan turun Huntara ini dipenuhi dengan air dan genangan air menutup lantai seperti kolam,setiap hujan sudah was was akan kebanjiran sebab permukaan lantai Huntara ini terlalu rendah,kami sudah mencoba membuat parit kecil namun tidak banyak membantu banjir tetap saja terjadi saat hujan turun,belum lagi masalah penerangan sejak kami tempati Huntara ini beberapa bulan lalu sampai sekarang penerangan berupa aliran listrik sama sekali tidak ada,jika malam tiba kami harus kegelapan hanya diterangi lampu LED yang selalu kami cas kan di rumah tetangga atau saudara.Ujar Basri penghuni Huntara di Desa Singah Mulo tepatnya di halaman sekolah dasar Desa tersebut.
Selain ancaman banjir setiap hujan turun tanpa listrik masalah air juga menjadi derita warga sebab air bersih sama sekali tidak tersedia,sampai kapan derita ini akan kami rasakan sedangkan kami sama sekali tidak lagi punya rumah karena sudah hanyut dibawa banjir lalu.untuk pergi ke kebun kami masih takut karena harimau masih berkeliaran,kami benar benar dalam cobaan dan derita yang belum tahu kapan berakhirnya,sedangkan untuk hunian tetap (Huntap) sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi apapun,apakah Huntap akan dibangun atau tidak.kami pasrah saja atas nasib kami disini. Ujar warga lainnya.
Warga juga merasa tidak nyaman tinggal di Huntara selain banjir,tanpa listrik dan air lokasi Huntara berada di halaman sekolah sehingga sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Warga mengaku ketika diminta pindah mereka mengaku diberi beberapa barang dari BNPB berupa Kompor Gas.Matras,Kipas angin dan sembako.
Warga berharap agar pemerintah benar benar memperhatikan kondisi hidup para penghuni Huntara yang sudah kehilangan tempat tinggal akibat bencana hidrometeorologi lalu.