Headline

Buruknya Kondisi Jalan Nasional:Titi Maut Benar Benar Membawa Maut,Pick Up Terjun Sejauh 150 Meter

Redaksi
Istimewa
Korban Gusti Randa Siagian dan Mobilnya Ringsek di Sungai alas 

Putri Betung (alabaspos.com), Titi Maut yang berada di kawasan desa Singah Mulo Kecamatan Putri Betung benar benar membawa maut sebuah mobil pick up jenis Daihatsu Grandmax terjun ke jurang di lokasi titik maut ini Pada Jum'at 22 Mei 2026 Sekitar pukul 21 : 25 Wib di kedalaman lebih dari 100 meter dan langsung meluncur dan berguling ke sungai alas yang berada dibawah jalan nasional yang menghubungkan Blangkejeren - Kutacane itu.

Informasi yang di terima alabaspos.com Dari Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo Melalui Kapolsek Putri Betung Ipda Novrizal menyampaikan Kecelakaan tunggal yang dialami oleh Gusti Randa Siagian (32) Penduduk Desa Kuta baru Kecamatan Lawe Alas Kabupaten Aceh Tenggara, kronologis kejadiannya di malam itu

Korban Gusti Randa Siagian datang Dari Arah Blangkejeren Menuju kota Cane Mengendarai Mobil Pick Up dengan Kecepatan Sedang Namun ketika Tiba Di Turunan Titi Maut Desa Singah Mulo Mobil Pick up yang dikemudikan korban di duga mengalami rem blong sehingga korban (Gusti Randa Siagian) Hilang Kendali dan Mobil Pick Up yang Di kendarai Masuk Jurang Sedalam 150 M, melihat kejadian tersebut Masyarakat Singah Mulo Langsung menuju lokasi Dan Menemukan Gusti Randa Siagian Dalam Keadaan Tergeletak Dan Warga Langsung Membawa Korban ke Puskesdes Singah Mulo Untuk mendapatkan perawatan Lebih lanjut

Akibat Kejadian Tersebut Gusti Randa Siagian Mengalami Sobek di Bagian kepala,serta luka di bagian Wajah dan tangan, Sementara untuk mobil belum bisa di evakuasi mengingat medan yang sangat curam.jelas Kapolres melalui Kapolsek Putri Betung.

Dari pantauan media ini kondisi jalan nasional Blangkejeren - Kutacane yang mengalami kerusakan akibat bencana Nopember 2025 lalu,terkesan adanya pembiaraan oleh instansi terkait yang bertanggung jawab atas keberadaan jalan nasional itu.di beberapa lokasi seperti Tangsaran,Tetumpun maupun di beberapa titik badan jalan lainnya,mulut maut selalu menganga dan terbuka mengancam masyarakat yang melintas.perbaikan jalan yang dilakukan oleh BUMN PT Hutama Karya terkesan setengah hati,yang penting jalan bisa dilewati tanpa memikirkan keselamatan masyarakat.sudah tujuh bulan berlalu pasca bencana hidrometeorologi lalu,jalan Nasional yang mengalami kerusakan parah hanya dikerjakan asal begitu saja,belum lagi ancaman longsor jika hujan turun.sampai berapa lagi jumlah korban berjatuhan di jalan nasional ini hingga pihak Instansi terkait benar benar serius mengerjakannya?

Penulis: Azhari Lubis

Situs ini menggunakan cookies.