Blangkejeren(alabaspos.com), Tak kenal maka tak sayang,pepatah ini tentunya memiliki makna bahwa kita harus mengenal seseorang,maka akan timbul rasa sayang maupun rasa simpati, hal ini berlaku juga bagi Pj Bupati Gayo Lues Drs.Alhudri MM,Alhudri dilantik oleh Pj Gubernur Aceh 24/3/2023 untuk menggantikan pada Pj sebelumnya Ir.H.Rasyidin Porang karena sakit hingga dianggap tidak mampu menjalankan roda pemerintahan daerah,saat itu Ir H Rasyidin porang baru beberapa bulan sebagai Pj Bupati Gayo Lues.
Untuk mengenal lebih dekat dengan Pj Bupati Alhudri,awak media alabaspos.com mencoba untuk ngobrol bareng agar publik Gayo Lues dapat tahu apa yang menjadi pemikiran bagi Alhudri sebagai Pj Bupati. dan inilah beberapa rekaman yang termuat dalam ngobrol bareng itu.
Apa yang ada dalam pikiran Anda tentang Gayo Lues ?
Kabupaten Gayo Lues merupakan daerah yang indah dengan hiasan hutan dan pegunungannya yang hijau dan merupakan endemi hutan pinus,kawasan taman nasional gunung leuser terluas, dan potensi alamnya cukup menjanjikan jika dikelola dengan baik, akan memberikan kontribusi yang besar bagi kesejahteraan penduduknya.
Walau hanya sebagai Pj Bupati apa yang akan anda lakukan untuk Gayo Lues ?
Saya Pj Bupati perpanjangan tangan dari Pemerintah pusat dalam hal ini Mendagri,selain menjadi Pj Bupati saya juga Kepala Dinas Pendidikan Aceh,tentunya kedua tanggung jawab ini harus saya emban sebagai amanah,satu sisi mengurus pendidikan tingkat SLTA se Provinsi Aceh,disisi lain saya juga sebagai PJ Bupati, posisi sebagai Pj Bupati bagi saya bukan jabatan politik,tetapi sebagai moderator menjalankan roda pemeritahan di daerah ini,mensukseskan Pemilu serentak tahun 2024,tentu agar sukses itu bukan dari saya sendiri melainkan rangkaian kerjasama semua pihak dan stake holder,Pemilu kita jadikan pesta demokrasi yang membawa rasa bahagia,beda pilihan bukan harus menghilangkan silaturahmi,kita jadikan Pemilu yang aman dan kondusif,kalau saling menjelekkan saling gontok gontokan,yang rugi kita sendiri termasuk daerah kita ini,Gayo Lues masih butuh penataan,terutama dalam hal Pendidikan,Kesehatan dan Infrastruktur khususnya jalan.
Apa yang harus anda lakukan terhadap tiga indikator itu ?
Dalam dunia pendidikan nasional Dipodik yang masuk data berpendidikan adalah sekolah umum,namun kita tidak menyampingkan sekolah yang berorientasi pada agama misalnya pendidikan dayah,keduanya harus seimbang,kita tidak melulu harus sekolah di pendidikan umum namun agama juga kita juga sangat perlu,Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berdasarkan tingkat pendidikan umum,sekolah umum harusnya mampu memberikan nuansa agama juga, inilah wacana kita kedepan bukan tidak mungkin kita jadikan SMPN menjadi sekolah terpadu dengan penambahan jam belajar tentang agama,ini bisa kita realisasikan karena anggaran di Pendidikan cukup besar mencapai 20 persen dari APBK,kita perlu kepala sekolah yang memiliki inovasi yang tinggi untuk memajukan pendidikan,bukan menutup sekolah negeri karena itu bukan solusinya, kenapa ada SMP Terpadu swasta yang menjadi daya tarik bagi siswa dan orang murid ? hingga siswanya cukup banyak,sedangkan SMPN harus ditutup, ini yang perlu kita kaji bersama.daerah kita selalu menjadi daerah salah satu termiskin di Aceh,sedangkan masyarakat Gayo Lues tidak miskin,tidak ada warga masyarakat Gayo Lues ini makan sekali sehari,ini masalahnya ya itu tadi,data yang diambil adalah dari tingkat IPM,khususnya tingkat pendidikan dan kesehatan, ini yang harus kita coba perbaiki, misalnya saat dilakukan pendataan tingkat pendidikan,yang diambil sample nya adalah dari sekolah umum,bidang kesehatan misalnya apakah setiap rumah tangga di Gayo Lues memiliki WC disetiap rumahnya,atau masih buang air ke sungai ?
Saat ini secara ekonomi Gayo Lues sangat menurun,apa upaya anda untuk meningkatkannya ?
Saya mejadi P Bupati Gayo Lues merupakan amanah yang harus diemban dan Pj Gubernur Aceh berpesan agar saya mampu membangun Gayo Lues,dan Gayo Lues merupakan Kampung saya juga,saya bukan orang politik dan saya sama sekali tidak akan melakukan pencitraan, membangun Gayo Lues yang lebih baik walaupun masa jabatan saya tidak lama,adalah kewajiban saya sebagai warga negara Indonesia bersuku Gayo,apapun yang akan saya lakukan semata mata untuk melakukan perbaikan bagi Gayo Lues yang lebih baik,kita akan kaji ulang sektor sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat,baik dari sektor pertanian maupun dari sektor perkebunan,dengan komoditi yang laku di pasar nasional maupun internasional,kita harus sentuh sektor ini karena mayoritas penduduk Gayo Lues berprofesi sebagai petani dan pekebun, semua potensi yang ada harus kita garap,termasuk getah pinus tidak ada yang boleh melakukan monopoli,yang punya getah pinus masyarakat,kenapa harganya ditentukan oleh agen ? soal Ingub getah pinus itu,akan kita kaji ulang kita minta untuk di evaluasi kembali,pemberdayaan pedagang kecil maupun pelaku indsutri kecil harus mendapat perhatian, jadi semua potensi harus kita angkat tujuannya untuk memperbesar pendapatan asli daerah,bayangkan saat ini PAD murni Gayo Lues hanya Rp 10 Milyar, bisa apa kita dengan kecilnya PAD itu, sebab yang dapat digunakan oleh pemerihtah daerah itu untuk kegiatan lain,hanya bersumber dari PAD sedangkan sumber lainnya tidak boleh diganggu karena sudah ada ketentuan porsinya.bagi investor yang benar benar mau berinvestasi di daerah ini,jika serius saya akan tanda tangani ijinnya dihadapan DPRK dan Forkompimda, semua gratis tidak ada yang berbayar,jika ada ada pejabat yang meminta pasti akan saya sanksi.
Sejak menjadi Pj Bupati Gayo Lues sekitar sebulan lebih Alhudri tentunya punya style sendiri dalam gaya kepemimpinannya,Gayanya yang low profil dan mudah diajak ngobrol serta berwawasan luas,baginya Gayo Lues adalah Kampung halamannya,membangun Kampung Halaman merupakan sebuah kewajiban tiga bidang yang mendjadi perhatian khususnya merupakan fokus selama dirinya masih diberi amanat itu,menyiapkan upaya penurunan inflasi dengan masalah mutu pendidikan dan kesehatan.
Drs.Alhudri merupakan putra suku Gayo yang lahir di Aceh Tengah Takengon 22 Nopember 1968 beragama Islam tumbuh dan besar dilingkungan dari seorang Ayah bekerja sebagai wiraswasta dan Ibu sebagai PNS Guru Sekolah Dasar,riwayat pendidikan umumnya Sekolah Dasar dilaluinya di SD Negeri 6 Takengon Aceh Tengah,lalu dilanjutkan ke SMPN 1 Takengon sedangkan pendidikan SMA merupakan alumni SMAN 1 Takengon,tahun 1991 Tamat dari APDN Banda Aceh kemudian dilajutkan ke Institut Ilmu Pemerintahan Depdgari di Jakarta tahun 1997,dan Magister Management (S2) diperoleh dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh,begitu juga riwayat pendidikan pelatihan cukup banyak dilaluinya dan terakhir mengikuti Diklat PIM Tingkat II di Sumatra Utara.
Sedangkan riwayat jabatan sebagai seorang PNS diawali dengan kariernya sebagai Sekcam di Kota Takengon Aceh Tengah,Camat Syiah Utama Aceh Tengah,Camat Wih Pesam Aceh Tengah,Camat Lut Tawar Aceh Tengah, Kepala Satpol PP Kabupaten Aceh Tengah,Kadis Pendapatan Aceh Tengah,Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Aceh Tengah,Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat,Kepala Badan pemberdayaan dan pemerintahan Kampung Aceh Tengah,staff ahli,Kepala Dinas Sosial Aceh,pernah sebagai Plt Bupati Aceh tengah dan Kepala Dinas Pendidikan Aceh sejak 2021 hingga sekarang ini.