Blangkejeren (alabaspos.com), Jika berkaca pada kegiatan penggunaan APBK Gayo Lues tahun 2021/2022 Dapat dikatakan terjadinya penggunaan anggaran yang carut marut,yang parahnya lagi Pemerintah Daerah tidak mampu membayar apa yang sudah di kerjakan oleh pihak rekanan (pihak ketiga) alias gagal bayar hingga mencapai belasan hingga puluhan Milyar Rupiah, Defisit anggaran pun menjadi hal yang biasa selama lima tahun terakhir,usaha untuk meminjam dana PEN juga dilakukan,namun hal ini tidak mendapat persetujuan dari banyak anggota DPRK, ekonomi masyarakat terus anjlok daya beli semakin berkurang tingkat inflasi makin tinggi, dampak covid 19 selalu jadi kambing hitam untuk menutupi sebuah kegagalan dalam mengelola Keuangan Daerah, Namun sejak Gayo Lues berganti Pimpinan dimana Drs H.Alhudri (Kadis Pendidikan Aceh) ditunjuk sebagai Pj Bupati pada Maret 2023, Perubahan drastis terjadi didaerah ini, pengelolaan keuangan daerah benar benar dilakukan dengan ketat dengan melakukan pengawasan dan skala prioritas,bahkan Dinas yang memiliki anggaran yang besar harus dibedah ulang,penurunan inflasi dilakukan dengan meningkatkan daya beli masyarakat, apa yang dilakukan oleh Alhudri,akhirnya benar benar berdampak sehatnya kembali APBK Gayo Lues, jika daerah lain sibuk memikirkan gaji kepada desa yang belum dibayar akibat defisit anggaran ,tapi bagi Gayo Lues malah mengalami Silpa Kas sebesar Rp 11 Milyar,bahkan tidak satupun ada rekanan yang gagal bayar, kenapa bisa seperti itu ? Media ini mencoba menanyakan pada Pj Bupati,namun Alhudri,mengarahkan kepada PJ Sekda untuk menjawabnya. Inilah jawaban Pj Sekda Jata SE.MM,
APBK Gayo Lues tahun 2023 sudah sehat kembali,sebab apa yang sudah dikerjakan dan diprogramkan selama 2023 semuanya seratus Persen terbayarkan,ini terjadi bermula dari penyusunan anggaran bahwa kita cermat didalam menentukan target pendapatan sehingga pada akhir tahun apa yang kita targetkan memang tercapai seratus persen,kita juga sangat efesien dalam menggunakan anggaran,dan fokus mendahulukan program prioritas tapi sekaligus mengendalikan dengan melaksanakan rakor dengan semua SKPK sehingga kita tahu sejauh mana progres dari kegiatan SKPK itu,jika ada yang terkesan lambat dilakukan pembinaan, dampaknya pekerjaan dapat diselesaikan rapat waktu.termasuk kualitas pekerjaannya.
Terkait adanya informasi bahwa APBK Gayo Lues tahun 2023 alami surplus(Silpa) sebesar lebih dari Rp 11 Milyar tanpa adanya gagal bayar seperti tahun tahun sebelumnya Jata mengatakan ,pembiayaan itu bisa bersumber dari pembiayaan tahun lalu,kemudian yang tidak boleh itu adalah Defisit Kas,jadi yang terjadi sekarang adalah Surplus Kas sebesar Rp 11 Milyar,kenapa ini terjadi ? Karena kita berupaya sangat cermat dalam upaya perimbangan antara Pendapatan dan pengualaran(belanja),tidak boleh belanja lebih besar daripada pendapatan,jika itu terjadi akan menimbulkan defisit yang besar .jelasnya
Saat ditanyakan lagi untuk memproleh anggaran tidak mengalami defisit akibat belanja yang besar.Jata menyampaikan hal itu bisa terjadi karena adanya komunikasi yang dibangun dengan Pimpinan dan Anggota DPRK,tidak membuat program yang aneh aneh kita sesuaikan dengan kemampuan keuangan kita dan mengutamakan skala prioritas seperti yang mandatori seperti Gaji kita fulloan 100 persen ,setelah itu Rutin kantor,setelah itu jika masih tersisa baru kita gunakan untuk hal lainnya,yang juga harus skala prioritas lagi,seperti masalah Stunting.ekonomi masyarakat,masalah kesehatan, infrastruktur dasar,ini dulu yang kita penuhi,untuk pemberdayaan ekonomi kita harus berikan yang benar benar berkualitas kepada masyarakat bibit tanaman yang berkualitas,ternak berkualitas misalnya,sehingga hasilnya nanti benar benar menguntungkan masyarakat.jelas Jata .