Blangkejeren(alabaspos.com) Himpunan Mahasiswa Gayo Lues (Himagalus) Lhokseumawe Aceh Utara memberikan tanggapan terkait dengan berita yang beredar yang memberikan keterangan bahwa pengungsi Rohingya dipindahkan ke kabupaten Gayo Lues.
Ketua umum Himagalus, Azhar menyampaikan bahwa terkait dengan berita yang beredar yang menyatakan pengungsi Rohingya dipindahkan ke Gayo Lues telah banyak mendapat penolakan, bahkan sebelum tulisan ini dibuat Hipemagas Banda Aceh juga telah menyatakan menolak pemindahan pengungsi Rohingya ini.
"Saya rasa banyak alasan kenapa masyarakat menolak pemindahan pengungsi Rohingya ke Gayo Lues, tentu sebagian dari kita mungkin telah banyak melihat di media sosial banyak peristiwa tidak mengenakkan yang dilakukan oleh pengungsi Rohingya di beberapa tempat di Aceh, seperti membuang nasi dan kabur dari tempat pengungsian" , "Kalo berbicara dari segi kemanusiaan, saya mendukung opini kawan-kawan dari Hipemagas, jika di Gayo Lues saja kesejahteraan belum terealisasikan dan masih banyak masyarakat yang memerlukan perhatian dari pemerintah, ditambah dengan kedatangan warga asing, tentu akan menimbulkan masalah-masalah lain yang diluar kendali kita. Selain itu dengan adanya rencana pemindahan pengungsi Rohingya ke Gayo Lues akan memperparah keadaan sosial di masyarakat ”. Lanjut Azhar
Tentunya dengan berbagai peristiwa tersebut, masyarakat juga dibuat resah dan tidak nyaman. Oleh karena itu, dalam hal ini Himagalus dengan tegas menolak pemindahan pengungsi Rohingya ke kabupaten Gayo Lues.
Kemudian Hawani Sekretaris Umum Himagalus juga berpendapat demikian menolak dengan keras masuknya ronghingya ke Gayo lues
"Rencana kebijakan pemerintah terhadap ronghingya harus di pertanyakan secara jelas berapa lama ronghingya akan di ungsikan di aceh, yang jelas warga asing rohingya tidak boleh menetap di tanah Gayo karena akan ada hal buruk yang akan di prediksi akan mengancam kedaulatan negara. Pemerintah tidak boleh ciut dengan UNHCR, kebijakan mereka mengusulkan untuk memberikan tempat dapat mengancam NKRI dalam segala aspek, kami akan menolak keras sampai ditemukan solusi". Ujarnya
Kami mewakili mahasiswa dan masyarakat Gayo Lues berharap untuk masalah ini harus ditanggapi secara serius oleh Pemerintah kabupaten Gayo Lues maupun lembaga UNHCR dan segera mencari solusi untuk permasalahan ini.
Bukan hanya mahasiswa yang menolak kehadiran pengungsi Rohingya di Gayo Lues,Wakil Ketua DPRK H.Ibnu Hasim juga menolak penempatan imigran ini di daerahnya
"Kebijakan pemerintah dalam menempatkan pengungsi Rohingya di wilayah Gayo Lues sebelum ada kajian secara bersama yang melibatkan pemerintah daerah,DPRK,Forkopimda dan tokoh masyarakat atas dampak positif dan negatif ya dari penampungan pengungsi tersebut," ujar Ibnu Hasim.
Mantan Bupati Gayo Lues dua priode ini mengkhawatirkan akan terjadi kecemburuan sosial akibat kesenjangan pelayanan terhadap pengungsi tersebut jangan jangan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat luar lebih baik, sementara kehidupan masyarakat setempat sangat memprihatinkan.
Oleh sebab itu agar tidak terjadi hal hal yang diinginkan kepada pihak terkait mengkaji lebih dalam jika berniat menempatkan pengungsi Rohingya di Gayo Lues.pungkas Ibnu Hasim.
Informasi yang diperoleh media ini mahasiswa, pemuda dan masyarakat siang ini 13/12/2023 akan menggelar aksi demo menolak penempatan imigran Rohingya di kawasan Kabupaten Gayo Lues.