Headline

PORA XIV: Gayo Lues Telan Pil Pahit Kalah 0-1 Lawan Aceh Besar

Redaksi
Istimewa
Skuad Gayo Lues 

Sigli(alabaspos.com), Skuad Gayo Lues dalam ajang Pekan Olah Raga Aceh ke XIV di Kabupaten Pidie pada laga perdananya harus menelan pil pahit kalah 0-1 dari Kabupaten Aceh Besar.

Pada laga perdana ini dilapangan sepakbola Simpang tiga ini Selasa sore 13/12/2022 dilaporkan berlangsung dengan tempo sedang, kedua tim mampu memperlihatkan permainan yang menarik,bahkan anak anak Gayo Lues yang diasuh pelatih Khairul berusaha untuk melakukan tekanan demi tekanan ke pertahanan Aceh Besar yang dimotori Tona Kelana Putra dan Asmar Naufal,namun selalu gagal untuk menggetarkan jala Aceh Besar.bahkan beberapa peluang Gayo Lues harus terbuang sia sia dan terkena tiang gawang dan bola memental keluar.

Gol tunggal Aceh Besar tercipta pada injuri time babak pertama akan berakhir.


"Pada babak kedua permainan anak anak mulai terganggu pola permainannya,akibat hujan dan lapangan digenangi air,sehingga anak anak tidak mampu mengembangkan permainannya.dan kondisi lapangan yang tergenang air membuat anak anak semakin kelelahan karena bola tidak dapat bergerak bebas,ini juga menjadi sangat berat untuk kita melakukan serangan,sebab bola tertahan dalam genangan air standart lapangan memang tidak sama dengan kondisi stadiun seribu bukit dimana anak anak dan adek kita melakukan traning centre selama ini" ujar Khairul sang pelatih skuad Gayo Lues.


Mantan pemain PSGL Gayo Lues yang pernah masuk dijajaran Divisi I PSSI ini menyampaikan rasa maafnya kepada masyarakat Gayo Lues khususnya pencinta sepakbola,atas gagalnya Gayo Lues mencuri point' atas Aceh Besar, Khairul berharap doa dan dukungan masyarakat Gayo Lues pada lag kedua menghadapi Biruen anak anak Gayo Lues mampu memberikan yang terbaik

"Kami akan berusaha untuk yang terbaik pada laga berikutnya,doa kan kami agar mampu lolos dari Grup ini,peluang itu masih ada,anak anak masih tetap semangat" ujarnya.


Skuad Gayo Lues yang tergabung dalam Grup F, bersama Aceh Besar.Kabupaten Biruen dan Kota Langsa.

Penulis: Azhari Lubis

Situs ini menggunakan cookies.