Headline

Pembelian Lahan Tak Kunjung Dibayar Disdik Gayo Lues.Pemilik Tutup Sekolah TK

Redaksi
Istimewa
Pemilik Lahan TK Putri Betung Tutup akses masuk kesekolah TK,bangunan TK yang mengalami kerusakan 

Putribetung(alabaspos.com), Pemilik lahan lokasi berdirinya bangunan Sekolah Taman Kanak kanak merasa gerah dan menuntut pembayaran lahan yang dijanjikan oleh Dinas Pendidikan Gayo Lues,jika tidak dilakukan pembayaran sesuai perjanjian secara tertulis pemilik lahan ancam akan mengambil kembali lahan yang telah dihibahkan dan menutup dan melakukan pemagaran lokasi.

Adalah H.Ali Ahmad sebagai pemilik tanah, didalam perjanjian secara tertulis yang dibuat pada tanggal 28 Januari 2021 dengan pihak Dinas Pendidikan yang ditanda tangani oleh Kabid Sapras Khairul Fatha ST dan diketahui Kepala Dinas Pendidikan saat itu Kasimuddin ST.MP.

Pada perjanjian itu disebutkan beberapa poin diantaranya Pemilik tanah memberikan hibah kepada Dinas Pendidikan untuk membangun RKB bagi sekolah TK sebatas bangunannya saja,namun untuk bagian lahan halaman sekitar RKB tidak dihibahkan namun akan dibeli oleh Dinas Pendidikan.jika tidak dibayarkan pihak pertama selaku pemilik tanah berhak mengambil kembali tanah yang telah dihibahkan.

Setelah menunggu selama dua tahun pemilik tanah belum juga menerima pembayaran dari Dinas Pendidikan Gayo Lues,bahkan Ali Ahmad merasa di bola kesana kemari dan dibohongi tanpa sebuah kepastian.

"Lahan ini ada beberapa ahli warisnya jangan dikira oleh saudara saudara kami uang pembelian lahan itu sudah saya terima,inikan bisa buat kegaduhan dan kecurigaan diantara kami,apa boleh buat sebelum dibayar lokasi TK ini,harus kami tutup sampai Dinas Pendidikan membayar sesuai perjanjian sebelumnya" ujar Johari masih kerabat Ali Ahmad kepada media ini 20/7/2023.

Akibat ditutupnya lokasi membuat anak anak TK tidak dapat melakukan proses belajar mengajar.

Kepala Bidang Sapras Khairul Fatha saat dikonfirmasi masalah diatas mengatakan,dirinya membenarkan soal perjanjian tersebut,namun upaya untuk memasukkan anggaran terkendala dengan regulasi, dan pembangunan sekolah TK merupakan upaya mengejar target yang ada di Renstra,namun demikian sebutnya.Upaya untuk membayar pembelian lahan itu telah dilakukannya,tapi kembali kepada Pimpinan untuk merealisasikan dan memasukkan anggarannya.

Selain belum dibayarnya pembelian lahan halaman TK,bangunan yang di kerjakan dengan anggaran ratusan juta ini,sudah mulai mengalami kerusakan,sebagian bangunan terlihat mengalami keretakan,diduga pembangunan gedung TK ini tidak sesuai dengan bestek atau adanya dugaan pengurangan volume.

Penulis: Azhari Lubis

Situs ini menggunakan cookies.