Headline

Pasien Gangguan Jiwa Yang Reaktif Covid 19 Sempat Kabur Dari RSUD

Redaksi
istimewa

Blangkejeren(alabaspos.com) Pasien yang mengalami gangguan jiwa dan reaktif covid 19 Hasil Rapid Test M I 36 Tahun,

warga kecamatan Pantan Cuaca Kabupaten Gayo Lues,dikabarkan sempat Kabur dari ruang isolasi RSUD Muhammad Ali Kasim

pada Minggu pagi 16/08/2020.


Hal Kaburnya pasien tersebut diperoleh dari laporan Direktur RSUD Muhammad Ali Kasim dr.Muthia Fitri, saat itu awak

media ini sedang mengkomfirmasi masalah penanganan masalah adanya warga yang reaktif covid 19 dengan Kadis Kesehatan

tiba tiba ponsel Kadis Kesehatan Gayo Lues Purnama Abadi,menerima panggilan dari Diretur RSUD dr.Muthia Fitri dan

melaporkan situasi dan kondisi penanganan empat pasien reaktif covid 19, termasuk kaburnya MI pasien gangguan jiwa

yang juga reaktif covid 19.


Pada percakapan Kadis Kesehatan bersama Direktur RSUD, Direktur RSUD dr.Muthia Fitri mengatakan pasien gangguan jiwa

sempat mengamuk dan berhasil melarikan diri dari ruang isolasi, sehingga membuat pihak RSUD mengalami kewalahan,

apalagi jika pasien tersebut sempat lepas dan membuat warga lainnya cemas, namun dr.Muthia Fitri juga menyampaikan bahwa

pasien yang sempat kabur itu, berhasil kembali diamankan oleh petugas.


Saat ditanyakan bagaimana penanganan masalah pasien yang mengalami gangguan jiwa yang juga reaktif covid 19 ini, Kadis

Kesehatan Gayo Lues Purnama Abadi mengatakan, memang agak sulit sebab pasien ini mengalami gangguan jiwa, kemudian istri

dan kedua anaknya juga reaktif saat di rapid tes, tentunya kita akan carikan solusinya apakah Pasien yang mengalami gangguan

ini di isolasi mandiri di rumah beserta istrinya dengan penanganan oleh petugas, atau tetap di ruang isolasi RSUD, kita akan

carikanlah solusinya, bagaimana mereka bisa nyaman dan tidak stres termasuk keluarganya. ujar Purnama Abadi.


Saat ditanyakan adanya penambahan kasus reaktif covid 19 sebanyak dua orang lagi sehingga jumlah yang reaktif sudah mencapai

6 orang, Purnama Abadi tidak mengelak dan mengaminkan, kedua orang tersebut adalah suami istri dimana istrinya adalah petugas

kesehatan di Puskesmas Kenyaran Pantan Cuaca,ke enam orang tersebut samplenya sudah dikirim ke Laboratorium di Banda

Aceh,kita masih menunggu Hasil SWAB nya,Ujar Purnama Abadi.


dr.Syafwan Azhari S.Pb selaku petugas medis yang ikut merawat pasien yang juga juru bicara Komite penanganan covid 19 Gayo

Lues, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pasien MI dari hasil diagnosa belum mengalami gangguan jiwa,hasil diagnosa kejiwaan

belum keluar,jadi masih dalam kondisi defresi, selama dua minggu sakit pasien MI tidak pernah keluar rumah,selama dalam perawatanpasien MI sebaiknya di isolasi dirumahnya, agar dia bisa lebih tenang,namun masalahnya apakah pihak keluarga mampu menjaga pasien iniuntuk tidak kabur dan lari dari rumah, selain itu pendampingan petugas medis dan obat obatan dari Rumah sakit.

Penulis: Azhari Lubis

Situs ini menggunakan cookies.