Blangkejeren(alabaspos.com), Skuad Harimau Leuser PSGL Gayo Lues dalam laga perdananya di grup A Liga 4 harus menelan pil pahit dengan kekalahan 0-1 saat menjamu Al-Farlaky FC Laskar bumi Nurul A'la asal Aceh Timur, Jaring PSGL bergetar pada menit ke 69 babak kedua oleh pemain bernomor punggung 11 dari Al-Falaky Khalidin, terciptanya Gol tunggal Al-Falaky ini tidak di duga sama sekali oleh pemain PSGL,dimana bola dianggap akan dikuasai sepenuhnya oleh penjaga gawang PSGL Chairul Rizal,namun bola mampu di curi pemain Al-Falaky hingga dengan mudah menyarangkan si kulit bundar hingga PSGL sebagai tuan rumah harus menerima kekalahan 0-1 hingga babak kedua berakhir.
Dari pengamatan media ini di babak pertama PSGL bermain dengan pola menyerang dari berbagai lini dengan mengandalkan beberapa pemain depannya seperti Muhammad Iqbal, Deo Saputra,Pitian Husni,namun upaya anak anak Skuad PSGL ini tidak banyak membawa hasil karena selalu terganjal dari pemain Al-Falaky yang bermain bertahan, kerja sama tim belum terlihat dengan baik begitu juga dengan penyelesaian akhir,para pemain PSGL kurang ngotot ketika menggunakan strategi menyerang,apalagi tim ini baru terbentuk dimana para pemainnya yang turun berintikan pemain luar Gayo Lues,hingga fanatisme dirasakan sangat kurang,berbagai kelemahan di Skuad PSGL harus menjadi perhatian dari pelatihnya Zefrizal,sebab dua lawan PSGL berikutnya merupakan tim yang tidak bisa dipandang sebelah mata yakni Juang FC Bireuen dan Pase FC Lhokseumawe.
Duel Kedua tim bertetangga ini selain disaksikan sekitar 2500 pasang mata juga di saksikan oleh kedua Bupatinya masing masing.yang berlangsung di stadion seribu bukit Blangkejeren Sabtu sore 15/11/2025.pertandingan tersebut juga menghasilkan dua kartu kuning bagi kesebelasan Al-Falaky masing masing diberikan wasit kepada pemain bernomor punggung 21 Syahrul Akbar,Nomor punggung 6 Herdiansyah dan satu pemain PSGL bernomor punggung 7 Hendri.
Kekalahan PSGL atas Al-Falaky ini tentunya menuai berbagai komentar dari penonton,selain Pola permainan dan kerjasama tim yang belum maksimal,pemain lokal hasil perekrutan saat Tarkam lalu lebih banyak duduk dikursi cadangan.
Kalah menang dalam pertandingan sepak bola hal yang biasa,harusnya Pelatih PSGL memberikan kesempatan kepada pemain lokal paling tidak 70 persen 30 persen dari luar.dengan demikian pembinaan dan kesempatan untuk berlaga di lapangan hijau diajang liga 4 ini,menjadi pengalaman bagi anak anak Gayo Lues menimba ilmu dan pengalaman sepakbola.dan fanatisme itu pasti lebih di miliki oleh pemain lokal dibanding pemain luar yang kontrak.semoga pengurus PSGL bisa mendengar saran kami pecinta sepakbola.ujar beberapa suporter PSGL usai pertandingan kedua tim.dan pembukaan laga grup A Liga 4 ini langsung dilakukan Bupati Gayo Lues Suhaidi bersama Bupati Aceh Timur dengan penampilan tari Saman.