Headline

Lebih 40 Hari Pasca Banjir, BKJ-KTC Masih Lumpuh,PT.HK Ternyata Sewa Alat Berat PT.Lembah Alas

Redaksi
Istimewa
Kondisi sebagain badan jalan di kecamatan Putri Betung sampai hari ini 7/1/2026 hubungan transportasi BKJ-KTC belum dapat dilintasi kendaraan roda empat 

Blangkejeren(alabaspos.com), Sudah sebulan lebih pasca bencana banjir dan longsor melanda Tiga Provinsi di Sumatera (Sumut.Sumbar.Aceh),Termasuk Kabupaten Aceh Tenggara dan Kabupaten Gayo Lues,Selain merusak infrastruktur jalan, pemukiman/Kampung tidak sedikit yang terbawa arus banjir termasuk korban jiwa,bukan itu saja beberapa kawasan sempat mengalami keterisolasian tanpa listrik,tanpa jaringan internet tanpa bahan bahan bakar berupa BBM dan Gas.walaupun waktu terus bergerak pasca banjir lalu,namun kondisi badan jalan Nasional Kutacane - Blangkejeren sampai saat ini belum juga pulih dan normal,akses penghubung dua Kabupaten ini selain mengalami kerusakan yang cukup parah,tetapi Kementerian terkait dan Rekanan pelaksana seperti PT Hutama Karya yang disebut sebut sebagai operator perbaikan badan jalan terkesan masih setengah hati dalam memulihkan badan jalan Nasional bagian tengah Aceh ini, ini dapat dilihat sejak pasca bencana banjir lalu,PT.Hutama Karya hanya membawa beberapa unit alat berat sedangkan kerusakan badan jalan longsor dan amblas ada puluhan titik,bahkan akan terus bertambah jika hujan masih saja rutin turun di kawasan ini,Badan jalan Nasional ini denyut nadinya Kabupaten Gayo Lues harusnya pihak operator tidak main ecek ecek menghadapi masalah jalan ini,hampir setiap hari hubungan transportasi antara Blangkejeren ke Kutacane selalu terputus tidak dapat dilintasi kendaraan roda empat bahkan roda dua sekalipun,ini terjadi didepan mata para pekerja dan pengawas PT Hutama Karya (Persero,namun belum ada upaya melakukan mobilisasi alat alat beratnya sebanyak mungkin,untuk mempercepat pemulihan kondisi badan jalan.padahal Menteri PUPR Dody Hanggodo beberapa hari lalu sudah melihat langsung kondisi jalan nasional Gayo Lues -Aceh Tenggara di kecamatan Putri Betung,dan berjanji akan segera memprioritaskan perbaikan jalan nasional tersebut,namun faktanya sampai hari ini 7/1/2026 kerusakan badan jalan akibat longsor susulan membuat kendaraan roda empat beberapa hari ini tidak dapat melintas bahkan pengendara banyak yang terjebak hingga lebih dari 24 jam,pihak PT HK sendiri sempat membuat aturan buka tutup karena adanya pekerjaan begitu juga dengan batas waktu pekerjaan yang terbatas ditambah minimnya alat berat, akibatnya proses pekerjaan berlarut larut dan tidak dapat dilintasi kendaraan.

Pemerintah melalui kementerian PUPR jika benar memprioritaskan jalan ini cepat selesai jangan hanya bergantung pada PT.HK semata.

Terkonfirmasi melalui kepala peralatan PT.Lembah Alas Group Blangkejeren,bahwa PT Hutama Karya sebagai BUMN menyewa 7 unit alat berat milik Perusahaan swasta itu,dari Tujuh alat berat tersebut cuma tiga unit di operasikan di jalur Blangkejeren -Kutacane khususnya di kecamatan Putri Betung,sedangkan sisanya dioperasikan di di jalan Blangkejeren- Aceh Tengah.

Tentunya dengan minimnya alat berat yang di operasikan di kecamatan Putri Betung,berdampak pada lambatnya proses evakuasi material longsor maupun pengerukan penimbunan badan jalan,pantas saja sudah sebulan lebih hubungan transportasi antara Gayo Lues dan Aceh Tenggara sampai hari ini belum juga dapat dilintasi kendaraan roda empat.

Harusnya Pemerintah melalui Kementerian PUPR dapat menunjuk langsung PT.Lembah Alas untuk melakukan perbaikan badan jalan Nasional tersebut,selain memiliki ratusan alat berat Perusahaan milik Putra Gayo Lues ini,sudah cukup berpengalaman dalam konstruksi jalan,salah satu pekerjaan yang cukup menantang seperti jalan Multi years Gayo Lues Abdya dikerjakan tepat waktu dan jalan tersebut menjadi jalan satu satunya bagi Gayo Lues saat ini agar tidak terisolasi.jika ada perusahaan yang mampu seperti PT.Lembah Alas kenapa harus BUMN yang hanya mampu menyewa alat berat bukan milik dari PT tersebut.

Penulis: Azhari Lubis

Situs ini menggunakan cookies.