Blangkejeren(alabaspos.com), Pengrusakan asrama mahasiswa Gayo Lues di Banda Aceh dikecam banyak kalangan dan elemen masyarakat,termasuk dari mahasiswa Gayo Lues yang berada di daerah lainnya, seperti dikatakan oleh Azhar salah seorang mahasiswa yang berada di Lhokseumawe,dirinya dan rekan rekan mahasiswa lainnya sangat kecewa atas apa yang terjadi menimpa asrama mahasiswa Gayo Lues di Banda Aceh.
"Kalau Kami pak mahasiswa Gayo Lues yang kuliah di lhokseumawe ini tentunya turut memberikan dukungan kepada kawan kawan kami di Banda Aceh pak, dan sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oknum mahasiswa Aceh Selatan yang melakukan perusakan. Karena berdasarkan informasi yang kami dapat, oknum mahasiswa Aceh Selatan bermasalah dengan mahasiswa Kabupaten Aceh Tengah, tapi kenapa mahasiswa Aceh Selatan bawa-bawa suku, yakni suku Gayo, karena Gayo Lues pun termasuk suku Gayo jadi kami yang tidak tau menahu masalahnya kena imbasnya,padahal mahasiswa Gayo Lues sama sekali tidak terkait dengan urusan mereka,tidak seharusnya mahasiswa bersikap arogan dan provokatif tanpa mencari tau kebenaran peristiwa nya terlebih dahulu,ini kami sangat sesalkan,namun demikian kami meminta agar masalah ini diselesaikan dengan baik,jika memang ada indikasi pidananya harus dibawa keranah hukum apalagi gedung asrama mahasiswa itu milik pemerintah bukan milik mahasiswa.
Wakapolda Aceh Armia Fahmi saat ditanyakan awak media ini via ponselny a mengatakan kasus pengrusakan asrama mahasiswa Gayo Lues sudah ditangani oleh Polresta Banda Aceh,hal yang sama juga dikatakan Pj Bupati Gayo Lues Drs.H.Alhudri
"Sudah selesai" tulisnya singkat melalui pesan WA nya.
Dari berbagai sumber yang himpun media ini termasuk yang beredar di grup grup WA,oknum mahasiswa asal Aceh selatan berselisih paham dengan mahasiswa Asal Aceh Tengah,bahkan dari video yang beredar Oknum mahasiswa Aceh Selatan mengancam akan mencari mahasiswa asal Gayo jika tidak menyerahkan oknum mahasiswa yang terlibat ribut dengan mereka.hingga terjadinya pengrusakan terhadap asrama mahasiswa Gayo Lues di Banda Aceh.