Headline

Kades Gayo Lues Empat Bulan Belum Terima Gaji,Santunan Kematian Juga Belum diBayar

Redaksi
Ilustrasi



Blangkejeren(alabaspos.com) Pengulu (kepala desa) di Kabupaten Gayo Lues hingga saat ini belum menerima gaji,bahkan seluruh pengulu merasa bertanya tanya mengapa gaji mereka dari bulan Januari hingga April belum dibayarkan.


"Kami sudah bolak balik mengurus soal Gaji kepala desa semua berkas yang diminta sudah kami serahkan kepada instansi terkait,namun sampai saat ini belum ada kejelasan kapan gaji kami akan dicairkan dan diberikan kepada kami,walaupun gaji kami kesannya sedikit tapi uang itu sangat kami butuhkan,apalagi di bulan ramadhan ini,kebutuhan semakin meningkat,jika ada kendala dalam berkas atau dokumen yang masih dibutuhkan kami siap mengantarkannya, agar gaji kami selaku kepala desa dapat dibayarkan segera,kami berharap Instansi yang menangani gaji kami selaku kepala desa,tidak berlama lama apalagi sampai idul Fitri belum juga dibayarkan," ujar beberapa kepala desa saat ditemui media Minggu 18/4/2021.


Bukan hanya Gaji Kepala desa saja yang belum dibayarkan,santunan kematian sebesar Rp 3 juta juga belum dibayarkan kepada ahli waris,padahal berkas santunan kematian yang diajukan oleh masyarakat selaku ahli waris sudah cukup banyak bahkan ada yang sudah menyerahkan lebih dari sebulan ke Kantor Kesra Sekdakab Gayo Lues.bukan itu saja bahkan informasi diterima media ini tenaga honorer juga belum menerima honornya.


Mengenai belum dibayarkannya gaji kepala desa dan santunan kematian Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) Gayo Lues Mukhtaruddin via WA nya kepada media ini mengatakan,belum dibayarkannya gaji kepala desa dan santuan kematian dia memberi alasan karena Peraturan Bupatinya belum selesai dibagian hukum.sehingga belum dapat dicairkan.


Belum dibayarkannya gaji kepala desa dan santunan kematian karena disebabkan Perbupnya belum selesai mendapat tanggapan dari berbagai pihak,sebagian mengatakan Perbup bukan menjadi alasan belum dibayarkannya gaji kepala desa,termasuk santunan kematian,apa sulitnya membuat Perbup dizaman teknologi digital sekarang ini, kalau tidak pandai bisa melihat refrensi di Google,tinggal mengatur redaksinya,jadi alasan Perbup tidak selesai itu bukan alasan apalagi memakan waktu yang lama,Bupati Gayo Lues Muhammad Amru harusny tegas kepada pimpinan instansi terkait yang tidak mampu bekerja untuk membantu tugas yang diemban Bupati, dalam hal ini masyarakat tidak melihat siapa pimpinan instansi terkait,tetapi semua akan bermuara kepada Bupati,sudah saatnya Bupati tegas pimpinan SKPK yang tidak mampu bekerja menunjang kinerja Bupati sebaiknya diberhentikan.Badan Pemeriksa Keuangan yang selalu datang ke Gayo Lues untuk mengaudit penggunaan anggaran,jangan hanya datang dan pergi.tetapi sebaiknya mempublikasikan apakah sistem keuangan di Pemerintahan Kabupaten Gayo Lues sudah baik,tidak ada masalah keluar masuknya anggaran.kalau perlu kami minta KPK lakukan supervisi atas keuangan Pemkab Gayo Lues.biar jelas semuanya.apalagi serapan anggaran hingga bulan April terkesan hanya bayar gaji pegawai dan uang persediaan.demikian hasil kutipan warga yang dirangkum media ini.

Penulis: Azhari Lubis

Situs ini menggunakan cookies.