Blangkejeren(alabaspos.com) Sidang Lanjutan Pertanggung jawaban Anggaran Tahun 2022 kembali dilaksanakan pada Senin 4/8/2023 di gedung DPRK Gayo Lues setelah diskor selama hampir 2 Minggu untuk revisi anggaran yang belum disesuaikan,pada sidang kali ini dalam pandangan umum anggota dewan banyak hal hal yang terungkap di beberapa sektor antara di bidang pendidikan maupun bidang lainnya
Ketika Yusuf Hasoead menyampaikan pandangan umumnya Anggota fraksi Golkar ini menyoroti masalah Silpa sebesar Rp 20 Milyar namun apakah dari Silpa itu sudah selesai ? Termasuk hutang Kas yang belum diselesaikan sehingga akan menjadi beban pada perubahan di APBK selanjutnya.coba lakukan data ulang agar tidak salah hitung semuanya.sekarang saja kondisi APBK kita defisit,apalagi jika salah hitung,terkait APBK 2022 sebesar lebih dari Rp 800 Milyar PAD hanya Rp 10 Milyar,ini sangat minim sepertinya ada keselahan kita mengelola PAD ini,termasuk dalam pengelolaan PLTMH (pembangkit listrik tenaga hidro micro) yang sama sekali tidak memberikan apapun terkait PAD,padahal pltmh ini memberikan peluang besar bagi PAD.begitu juga dengan perampingan OPD harus dilakukan untuk menghemat anggaran.
Ibrahim S HUT dalam pandangan umumnya menyampaikan terkait minimnya PAD tentunya terkait adanya regulasi yang masih menggunakan aturan aturan lama,dibutuhkan regulasi yang baru dan legal dalam pengutipan untuk PAD,dari sektor getah pinus pihak perusahaan tidak lagi membayar PAD ke daerah,surat dari perusahaan itu sudah sampai kepada ketua DPRK,sedangkan masyarakat mau membayar PAD getah pinus asal jelas regulasinya,selain itu Ibrahim jug menyoroti banyaknya irigasi yang rusak dan tidak berfungsi,seperti irigasi Lung.irigasi Cempa,irigasi Atu Peltak,irigasi Cinte,kesulitan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini harus menjadi perhatian pemerintah,banyaknya badan jalan kabupaten yang mengalami kerusakan maupun pembangunan jembatan di desa Pasir Kecamatan Tripe Jaya,benar benar dilakukan pengawasannya. Menadi sorotan kader Partai Hanura ini
Sedangkan anggota Dewan dari Partai Nasdem El Amin mengungkapkan bahwa masih ada sekolah dasar yang muridnya masih belajar di lantai.tanpa meubiler,hal ini kami temui saat reses,padahal anggaran untuk pendidikan cukup besar,lalu El Amin meminta foto dan video di SD 3 Blang pegayon di yang belajar dilantai di tunjukkan di layar besar di gedung dewan itu,bukan itu saja dihadapan Pj Bupati dan pimpinan dewan serta seluruh kepala SKPK yang hadir,El Amin menegaskan adanya pembangunan sekolah oleh Dinas Pendidikan namun lahan sekolah itu belum dibayar sama sekali,sehingga pemilik lahan menutup sekolah dan anak anak didiknya harus pindah ke sekolah lain.jelasnya.
Anggota dewan lainnya Idris Arlem dari partai Demokrat mencatat beberapa hal yang harus menjadi perhatian pemerintah antara yaitu.Pasal 7 rancangan qanun kabupaten Gayo Lues tentang pertanggungjawaban dan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2022 terutama terhadap saldo Kas per 31 Desember tahun 2022.apakah masih tersedia atau tidak? Takutnya kami ini hanya sebagai catatan saja sedangkan uangnya tidak lagi ada.dimasukkan ke perubahan uang tidak ada.kami minta hal ini dijelaskan dari apa yang tertuang pada Saldo Kas per 31 Desember 2022.ungkap Idris Arlem.selanjutnya terhadap Silpa di beberapa Dinas tahun anggaran 2022 ada yang cukup besar yang tidak terealisasi terutama pada Dinas dengan Tabel 1 3,(Idris arlem tidak sebutkan nama dinasnya) pada tabel 1.3 halaman 18, hal perlu jadi perhatian kita seolah olah Dinas itu tidak dapat menghabiskan anggarannya,setelah ditelusuri dan hearing dengan Dinas itu bahwa sisa anggaran 2022 tidaklah sebesar apa yang tercantum pada halaman 18 tersebut,ini perlu perhatian kita semua .
Saldo Kontruksi Dalam Pekerjaan (KDP),juga cukup besar yang belum terealisasi,ini bisa merugikan pihak rekanan,hal ini jug perlu penjelasan kenapa bisa terjadi.dalam KDP ini ada sekitar Rp 4 Milyar lebih l,papar Idris Arlem.
Untuk menjawab semua apa yang disampaikan oleh anggota DPRK dalam pandangan umumnya, Pj Bupati meminta waktu untuk menjawabnya sekitar pukul 15 WIB dan sidang pun di skore.