Blangkejeren(alabaspos.com), Festival Budaya di Kabupaten Gayo Lues yang saat ini sedang berlangsung selain mampu memukau penonton yang menyaksikan khususnya tari Saman yang mulai ditampilkan pada 11/8/2022,ternyata juri yang menilai semua peserta yang ikut di event budaya terbesar didaerah ini,bukanlah juri kelas level bawah.Tetapi para dewan juri yang berjumlah tiga orang ini merupakan mantan penari Saman yang telah go internasional.sehingga tidak dipungkiri lagi kemampuannya untuk menelisik gerakan penari yang tampil event festival budaya Gayo Lues ini
Seperti disampaikan salah seorang dewan juri yakni Syarifuddin kepada media alabaspos com.bermula masuknya tari Saman sebagai nominator warisan budaya dunia tak benda pada sidang Anggota UNESCO tahun 2011 tepatnya tanggal 24 Nopember di Nusa dua Bali,untuk itu diwajibkan penari tari Saman hadir dan tampil dihadapan 137 negara anggota UNESCO saat itu.begitu ditampilkan sorak gemuruh dan tepukan seluruh yang hadir di acara sidang UNESCO itu memberikan apresiasi dan menyimpulkan bahwa tari Saman merupakan budaya asli Masyarakat Gayo Lues yang berada di Provinsi Aceh Indonesia,bukan seni import dan jadilah tari Saman diputuskan sebagai warisan budaya dunia tak benda.
Mendunianya tari Saman pasca diakui oleh UNESCO,undangan dari berbagai negara pun agar tari Saman Gayo Lues dapat berpartisipasi di berbagai event negara Eropa,benua paman sam USA,bahkan benua Australia.
Menurut Syarifudin rombongan penari Saman Gayo Lues pernah menjelajahi Amerika serikat beberapa kali,kemudian Spanyol.Malaysia,Australia,Jerman,Bulagaria.Belgia dan beberapa kota lainnya di Asia.
Ketiga dewan juri pada festival budaya Gayo Lues khusus tari Saman adalah.
Syarifuddin,Seh umur ,Samsul Bahri