Headline

Bupati Gayo Lues Dan Pimpinan DPRK Sepakat Bahas KUA 2026. RAPBK 2026 dinilai cukup Rasional

Redaksi
Azhari Lubis
Bupati Gayo Lues Suhaidi.Ketua DPRK Ali Husin, Wakil Ketua DPRK Fahmi Shahab.saat menandatangani persetujuan KUA 2026 untuk dibahas bersama 

Blangkejeren(alabaspos.com) Dalam Sidang Paripurna DPRK Gayo Lues Senin 17/11/2025 terkait pembahasan RKUA dan PPAS tahun anggaran 2026,pada Pidato sambutannya Bupati Gayo Lues Suhaidi memaparkan masih rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam membiayai pembangunan daerah ini.Apa saja yang menjadi perhatian Bupati Gayo Lues ini? Disini alabaspos.com mencoba memaparkan isi pidato Bupati dihadapan ketua dan anggota DPRK setempat.

1.Ratusan ribu ton getah pinus, sekitar 5000 ton biji kopi asal Gayo Lues ke Aceh Tengah,Bener meriah, pendakian puncak gunung Leuser dengan biaya Rp 120 ribu perhari setiap pendaki selama 14 hari,namun kita belum pernah fokus terkait Retribusinya, ini menjadi catatan kita 2026 harus ada Perbubnya sebagai dasar hukum penarikan tagihan bagi PAD.


2.Belanja daerah mengutamakan program prioritas efesiensi belanja yang rasional ini sudah kita laksanakan sesuai dengan kepres nomor 1 tahun 2024 kita akan tetap melaksanakannya sesuai dengan amanah dari pemerintah pusat.


3.peningkatan kualitas pelayanan publik terutama dalam bidang pendidikan kesehatan peningkatan ekonomi masyarakat dan penanggulangan kemiskinan


4.penguatan pengelolaan tata pemerintahan melalui digitalisasi dan pelayanan dan akuntabilitas keuangan daerah


Dalam rangka pencapaian target pembangunan yang telah ditetapkan maka pemerintah kabupaten Gayo Lues akan mengalokasikan plafond anggaran untuk sektor sektor berikut


1.anggaran pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas sesuai dengan amanah regulasi nasional,sesuai dengan mandatory secara Nasional 20 persen untuk pendidikan dan 10 persen untuk kesehatan,namun selama ini kita belum fokus sehingga masyarakat merasa pelayanan pendidikan dan kesehatan belum prima yang diberikan pemerintah, ini harus menjadi perhatian kita.


Belanja infrastruktur diarahkan pada kegiatan yang memiliki dampak langsung pada peningkatan konektivitas pelayanan dasar


Pembukaan jalan yang telah dilakukan beberapa tahun lalu hingga saat ini belum dapat difungsikan ini perlu dukungan dari semua pihak termasuk dukungan Dewan perwakilan rakyat Kabupaten Gayo Lues, sehingga kedepannya masyarakat petani merasa lebih nyaman dalam kegiatannya.


Belanja ekonomi difokuskan pada program yang mendorong pertumbuhan ekonomi,belanja sosial dan budaya masyarakat diharapkan untuk penuntasan kemiskinan dan perlindungan sosial, sedangkan belanja pemerintahan disusun dengan efisien dengan mengurangi agenda seremonial dan perjalanan dinas yang tidak mendesak.


RKUA PPAS tahun 2026 ini telah disesuaikan dengan Peraturan Menteri keuangan hari ini di ajukan kepada DPRK dengan proyeksi pendapatan daerah sebesar Rp 748.120.441.254 .Sedangkan Belanja daerah sebesar Rp 747.120.441.254. Belanja lainnya adalah penyertaan modal kepada BUMD sebesar Rp 1 Milyar.

Plafond Anggaran ini disusun secara realistis berdasarkan proyeksi pendapatan daerah baik dari PAD.Transfer Pusat dan sumber pendapatan lainnya

Bupati berharap pembahasan anggaran untuk tahun 2026 antara pemerintah Kabupaten Gayo Lues dengan DPRK dapat berjalan dengan penuh semangat dan kemitraan demi terciptanya anggaran yang bertanggung, efektif dan efesien dan akuntabel.

Usai penyampaian pidatonya Bupati Suhaidi dan Ketua DPRK Ali Husin serta wakil ketua Fahmi Shahab secara bersama sama melakukan penandatangan an kesepakatan pembahasan anggaran RAPBK 2026 yang tertuang dalam RKUA dan PPAS.

Selain itu ada beberapa rancangan qanun yang menjadi prioritas untuk di legalisasikan pada tahun 2026.

Penulis: Azhari Lubis

Situs ini menggunakan cookies.