Blangkejeren(alabaspos.com), Kondisi Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hidro (PLTMH ) sebanyak 14 unit yang berlokasi di beberapa kecamatan di Kabupaten Gayo Lues saat ini kondisinya sudah menjadi besi rongsokan,padahal pembangunan PLTMH itu habiskan puluhan milyar uang negara,namun sejak tahun 2018 PLTMH itu terkesan dibiarkan tanpa adanya perawatan hingga mengalami kerusakan dan kini sudah menjadi besi rongsokan bahkan beberapa peralatan pendukung PLTMH sudah lenyap tidak ada lagi ditempatnya.
"Kalau PLTMH ditempat kami ini ada dua unit sejak 2017 lalu tidak lagi terurus bahkan dibiarkan begitu saja,kondisinya saat ini sudah rusak berat dan sama sekali tidak berfungsi bahkan pipa yang menyalurkan air ke mesin turbinnya sudah ada yang dipotong,dulu salah satu calon Bupati saat Pilkada 2017 berjanji akan mengaktifkan PLTMH ini,namun nyatanya hal itu hanya janji semata,semua peralatan PLTMH sudah jadi besi rongsokan panel panelnya lenyap,bahkan rumah turbin sudah menjadi semak belukar" ujar beberapa warga Kampung Putri Betung wa 1 Putri Betung kepada media ini beberapa waktu lalu.
Dari 17 unit PLTMH yang dibangun Pemerintah Kabupaten Gayo Lues 16 unit diantaranya dibangun semasa Ibnu Hasim sebagai Bupati 2007-2012 dan 2012-2017.Kondisi seluruh PLTMH aktif dan mampu memberikan kontribusi yang besar bagi energi mandiri di Gayo Lues sebagai energi terbarukan bahkan Kabupaten Gayo Lues mendapat Penghargaan Prabawa dari Pemerintah pusat atas prestasi dibidang energi terbarukan ,namun sejak 2018 hingga saat ini,nyaris seluruh PLTMH tersebut sudah rusak berat dan menjadi onggokan besi tua yang rongsok tanpa menghasilkan apapun.jika dihitung banyaknya PLTMH yang menjadi besi rongsokan,Gayo Lues kehilangan lebih dari 3 Megawati daya listrik,padahal energi ini pernah merupakan salah satu penyetor PAD selama ini.
Tentunya masyarakat sangat menyangkan asset daerah yang begitu besar manfaatnya,kini terbengkalai padahal untuk membangun 1 Unit PLTMH saja butuh anggaran hingga Milyaran rupiah,lalu kenapa Dinas terkait yang selama ini bertanggung jawab atas keberadaan PLTMH itu,tidak melakukan perawatan hingga nyaris seluruh PLTMH rusak dan tidak berfungsi,bagaimana mereka mengelola asset energi ini? Inilah yang menjadi pertanyaan publik
Untuk memperbaiki seluruh PLTMH yang rusak butuh anggaran yang cukup besar bahkan mencapai puluhan Milyar Rupiah.apakah Pemerintah Kabupaten Gayo Lues sanggup ditengah anggaran yang mengalami defisit? Jika diserahkan kepada pihak Investor apakah Investor sanggup dalam pembiayaan maupun pemeliharaannya ? Ini semua harus dibahas Oleh Pemkab Gayo Lues.
Melihat Kondisi PLTMH yang kini tinggal jadi besi tua,Pj Bupati Gayo Lues Drs.H.Alhudri sangat menyayangkan hal ini terjadi.
"Itukan asset yang besar dan sangat bermanfaat bagi masyarakat Gayo Lues,selama ini kenapa dibiarkan hingga rusak parah seperti itu,selain menghasilkan energi PLTMH bisa dijual ke PLN dayanya dan menjadi PAD bagi daerah melalui mekanisme yang berlaku,ini menjadi pekerjaan juga bagi saya,tapi nantilah kita cari solusinya bagaimana cara membangun itu kembali" ujar AlHudri.