Blangkejeren(alabaspos.com), Bencana alam berupa banjir bandang yang terjadi pada Minggu 21/4/2024 sangat berdampak pada kehidupan masyarakat yang berada di Desa Uyem Beriring Kecamatan Tripe Jaya Kabupaten Gayo Lues,akibat kejadian bencana itu belasan rumah warga mengalami kerusakan berat maupun kerusakan ringan,bukan itu saja,jalan Kabupaten menuju Rerebe kecamatan Tripe Jaya beberapa titik mengalami putus sehingga tidak dapat dilintasi.akibatnya warga yang akan ke kecamatan Tripe Jaya atau sebaliknya harus mengambil jalan berputar dengan jarak lebih jauh.
Kalakhar BPBD Kabupaten Gayo Lues melalui salah satu Kabidnya M.Saleh SE, mengatakan BPBD saat ini sudah melakukan berbagai upaya dalam menangani akibat bencana alam ini,dari data yang ada sekitar 12 rumah warga mengalami rusak berat,dan 2 unit rumah lainnya mengalami kerusakan ringan di kawasan uyem beriring,sedangkan di Kampung Badak uken kecamatan Dabun Gelang banjir juga merusak empat unit rumah warga fasum yang rusak dan masih tergenang banjir adalah rumah sekolah dan rumah ibadah masing masing satu unit.untuk penanganan saat ini sebut M.Saleh pihaknya sudah melakukan pembersihan dikawasan yang terkena bencana bersama masyarakat,mendirikan tenda pengungsian bagi warga yang terdampak.penanganan yang berat untuk dilakukan saat ini adalah soal terputusnya badan japan sebanyak 6 titik.
"Soal jalan ini cukup berat bagi kita untuk secepatnya di selesaikan,kita harus meminta bantuan dari pihak Provinsi Aceh,sebab penanganannya cukup berat" ujar M.Saleh.sembari mengatakan korban jiwa tidak ada atas kejadian tersebut.
Dari informasi yang diterima media ini,bahkan Pj Bupati Gayo Lues Drs.H.Alhudri beberapa waktu lalu sempat mengunjungi desa Uyem Beriring ini.dan sempat mengulas kembali kenapa warga tidak mau direlokasi,karena kawasan desa ini memang sangat rawan terjadinya bencana,karena posisi desa itu berada ditepi sungai dan di kemiringan tebing yang agak curam,dari penelitian oleh tenaga ahli dari Universitas Gajah Mada tahun 2014 lalu Desa Uyem Beriring tidak layak di jadikan kawasan pemukiman dan harus di relokasi,namun entah apa masalahnya sehingga relokasi bagi warga hingga saat ini belum dilakukan.