Gayo Lues

Yakin Tidak Tercapai,RPJM Bupati Gayo Lues Berubah

Redaksi
Azhari Lubis
Abdul Karim Kemala Derna



Blangkejeren(alabaspos.com) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten (RPJMK) Gayo Lues yang masuk dalam Visi dan Misi Bupati mengalami perubahan, hal ini terlihat pada rapat yang dilaksanakan di Kantor Bappeda setempat Selasa 22/12/2020, yang dihadiri oleh Bupati Muhammad Amru,Wakil Bupati Said Sani seluruh pimpinan SKPK dan Jajaran Anggota DPRK.


Berubahnya RPJM tersebut disebabkan adanya indikasi tidak akan tercapai apa yang telah diprogramkan dalam RPJMK yang menjadi tuangan Visi Misi Bupati hingga akhir masa jabatannya,dimana tiga ikon dari Visi Misi Bupati tersebut yakni Islami Mandiri dan Sejahtera tidak mungkin dapat terealisasi dalam waktu sekitar kurang dari dua tahun ini.


"Hingga akhir masa jabatan Bupati Visi Misi tersebut tidak mungkin terealisasi.sehingga harus ada perubahan yang signifikan karena ini menyangkut pada Qanun yang ada, makanya anggota dewan harus hadir pada rapat ini, selama ini kita sudah melihat dengan fakta yang ada,selain masalah pandemi Covid 19 yang terjadi saat ini,mau tidak mau pengaruhnya sangat besar tentunya hal ini juga berpengaruh pada RPJMK,contohnya semula program penanaman kopi seluas 2500 Hektar,hingga saat ini hanya bisa direalisasikan sekitar 700 Hektar,Program yang Islami menyangkut seribu hafiz juga mengalami permasalahan bahkan masuk keranah hukum,begitu juga dengan ekonomi masyarakat yang diharapkan Mandiri,belum juga terlihat,jika lahan kopi tidak tercapai 2500 Hektar.kira kira berapa hektar yang bisa tercapai hingga akhir jabatan Bupati,mungkin hanya 1500 Hektar,itulah yang harus dirubah,begitu juga dengan program program lainnya,untuk merubah RPJM itu harus melibatkan DPRK karena terkait dengan Qanun,dan Permedagri nomor 90 tentang adanya perubahan nomenklatur,sehingga harus disesuaikan dengan kondisi yang dilapangan.pada akhirnya akan ada titik temu antara pemerintah dan DPRK diakhir masa jabatan Bupati nanti." Ujar Abdul Karim Kemala Derna ketua fraksi Gayo Peduli di DPRK.


Beberapa sumber lainnya menyampaikan jika terjadi perubahan pada RPJM Bupati yang masa jabatannya hingga tahun 2022, lebih baik fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, saat ini daya beli masyarakat sangat turun drastis,perlu upaya pendongkrakan dengan kerja nyata dari pemerintah,upaya itu selama ini sudah terlihat khususnya disektor pertanian dan perkebunan,dengan banyaknya bantuan kepada petani,baik berupa bibit maupun pupuk dan lainnya,namun sangat disayangkan sektor tersebut belum maksimal terlihat.harusnya ada evaluasi sehingga dapat diketahui apa masalahnya.apakah karena bantuan salah sasaran, atau juga bibit bantuan tidak memenuhi standard,apalagi Setiap tahunnya pemerintah rutin mengeluarkan anggaran yang besar dari sektor ini.

Penulis: Azhari Lubis

Situs ini menggunakan cookies.