Gayo Lues

Warga Tripe Jaya Meninggal Positif Covid 19, Pasien Covid Terus Bertambah di RSUD MAK Insentif Nakes 10 Bulan Belum di Bayar

Redaksi
Istimewa
Ilustrasi virus corona



Blangkejeren(alabaspos.com), Covid 19 ternyata belum berakhir bahkan terindikasi semakin merebak di Kabupaten Gayo Lues.bahkan hari ini Kamis 3/3/2022 diinformasikan ada warga dari LPT Desa Paya Kumer Kecamatan Tripe Jaya berinisial S jenis kelamin wanita usia sekitar 40 tahun meninggal dunia karena Covid 19.

informasi yang diterima media ini menyebutkan bahwa S sempat dirawat di RSUD Muhammad Ali Kasim Gayo Lues namun kondisinya mulai memburuk sehingga dirujuk ke RSU Zainul Abidin Banda Aceh, Selain terpapar Covid 19, dari rekam medis almarhum juga punya kormobid berupa diabetes ,hipertensi dan stroke.

Hal ini terkonfirmasi dari laporan yang diterima media ini,dari Kepala BPBD Gayo Lues Suhaidi selaku ketua satgas Covid 19 via WA hasil laporan medis almarhumah.


Saat ini informasi yang diterima media ini di RSUD MAK Gayo Lues dua ruang pinere yang ada di RSUD itu,sudah banyak pasien yang terpapar Covid 19 bahkan kedua ruangan sudah penuh,bahkan direncanakan pihak RSUD MAK akan membuka satu ruangan lagi untuk menampung pasien Covid 19,


Kadiskes Gayo Lues Riadushalihin M.Kes saat dikonfirmasi masalah meningkatnya pasien Covid 19 serta wabah demam,flu hingga sakit kepala badan meriang dan suhu badan meninggi yang dialami oleh masyarakat saat ini yang nyaris dialami hampir setiap anggota keluarga, bahkan beberapa warga yang telah vaksin 2 kali hingga penerima Booster juga terpapar demam tersebut.


"Ini sudah takdir Allah SWT, kita mau bilang apa lagi,kalau ada yang sakit kita obati,namun saya meminta masyarakat tetap patuhi pada prokes.kalau keluar rumah selalu pakai masker,jaga jarak dan hindari kerumunan" ujar Riadushalihin.


Sedangkan Kabid P2P Dinas Kesehatan dr Yoppy mengatakan Masalah maraknya penderita Demam di Gayo Lues selain pengaruh dari pandemi Covid 19 juga disebabkan masalah ekstrimnya cuaca saat ini, yang juga ikut mempengaruhi banyaknya warga yang menderita demam.bahkan kalau dilakukan swab pada penderita demam dipastikan akan positif Covid 19, untuk itu kami sudah mengajurkan agar warga yang demam gejala ringan melakukan isoman dan meminum obat serta vitamin.kami juga melakukan tracking jika ada warga yang positif Covid 19,ini dilakukan untuk mencegah penularan.paparnya.


Disisi lain meningkatnya kasus Covid 19 di Gayo Lues tidak sebanding dengan tugas Nakes Covid 19 di RSUD MAK,pasalnya para Nakes saat ini sibuk bahkan beresiko tinggi akan terpapar Covid 19, namun insentif para Nakes Covid 19 tahun anggaran 2021 selama 10 bulan sama sekali belum dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.

"Kami harus tetap bekerja menerima dan merawat pasien yang positif Covid 19 bergejala berat,setiap hari terus bertambah,mau tidak mau kami wajib melaksanakan tugas kami, namun hak hak kami tahun 2021 lalu sama sekali belum kami terima, resiko tertular pasti ada,karena ini sudah menjadi profesi kami, kami ikhlas melaksanakan tugas ini, namun kami juga berharap agar pemerintah Kabupaten Gayo Lues melalui instansi terkaitnya, segerlah bayarkan insentif kami yang 10 bulan itu, ini sudah tahun 2022 bulan ramadhan sudah semakin dekat, kami juga punya kebutuhan lain dari insentif kami itu,paling tidak untuk kebutuhan bulan puasa dan lebaran nanti semoga Bupati Gayo Lues mendengar keluhan kami ini, agar kami tetap semangat sebagai Nakes Covid 19" ujar beberapa orang Nakes Covid 19 RSUD MAK kepada media ini,





Penulis: Azhari Lubis

Situs ini menggunakan cookies.