Gayo Lues

Terkait Proyek Intake Desa Penomon ,Puluhan Supir Dump Truk Datangi Kantor Bupati

Redaksi
Alabaspos.com/Azhari Lubis
Asisten III Sekdakab Ir Bambang Waluyo saat menerima dan berdialog dengan perwakilan dari pengemudi Dump Truk.



Blangkejeren(alabaspos.com) Puluhan supir dump truk di Gayo Lues mendatangi kantor Bupati setempat,bahkan puluhan dump truk pengangkut material itu mereka parkirkan di halaman Kantor tersebut Senin 21/6/2021.

Kehadiran para supir dump truk ini sempat membuat para ASN berhamburan keluar dari kantornya,untuk melihat dan ingin tahu mengapa puluhan dump truk serta para supirnya tiba tiba mendatangi kantor Bupati.


"Kehadiran kami disini untuk bertemu Bupati selaku orang tua kami,kami ingin menyampaikan masalah janji janji yang pernah disampaikan kepada kami saat beliau masih calon Bupati,salah satunya adalah pemberdayaan semua supir dump truk,namun janji itu belum dipenuhi,coba lihat proyek yang ada didesa Penomon sana,apakah boleh main ambil galian c begitu saja,apakah ada izin mereka kantongi atas galian C yang mereka ambil untuk proyek Intake Irigasi itu,sedangkan kami selalu dipermasalahkan jika mengambil galian C," Ujar Sukri selaku ketua Dump Truk Gayo Lues kepada Asisten III Sekdakab Ir.Bambang Waluyo,saat pertemuan terjadi di teras Kantor Bupati, walaupun para supir truk menunggu beberapa waktu menunggu munculnya wakil dari Pemerintah Daerah untuk menemui mereka.


Dihadapan puluhan supir truck yang dimediasi oleh Kasat Intelkam Polres setempat,Bambang Waluyo menyampaikan bahwa saat ini Bupati,Wakil Bupati dan Sekda tidak berada ditempat,sehingga dirinya tidak dapat mengambil keputusan,namun demikian apa yang menjadi masalah yang dihadapi oleh para supir dump truck akan disampaikan kepada Bupati.


Bahkan Bambang Waluyo meminta Kadis Pertambangan Energi dan Industri Riduansyah memberi penjelasan tentang masalah galian c termasuk perizinannya,Riduansyah hanya memaparkan bahwa izin Galian C sepenuhnya wewenang dari Pemerintah Provinsi Aceh, soal adanya Galian C di Desa Penomon yang diduga dilakukan oleh pihak rekanan yang mengerjakan proyek Intake itu,akan segera dikonfirmasi ke Dinas terkait di Banda Aceh, jelas Riduansyah.


Walaupun telah terjadi dialog antara Asisten III dengan Para Supir Dump Truk,belum membuat puas para supir dump truk itu,bahkan ada keinginan supir truk untuk meninggalkan dump trucknya dihalaman kantor Bupati selama menunggu Bupati kembali ke Gayo Lues dan bertemu mereka,namun pihak keamanan dari Polres melalui Kasat Intelkamnya, tidak membenarkan keinginan para supir truk karena berbagai alasan termasuk masalah keamanan,perdebatan dan dialog masalah inipun berlangsung alot dan panjang, sehingga solusinya Bupati Gayo Lues Muhammad Amru berbicara langsung ke ketua Dump Truck lewat Handphone dan akhirnya para supir truk mau kembali membawa Dump truknya.


Dari informasi yang di gali media ini,aksi yang dilakukan oleh para supir dump truk Gayo Lues, akibat tidak diperdayakannya mereka terhadap kegiatan proyek Intake Irigasi yang berbiaya Rp 24 Milyar di desa Penomon Kecamatan Rikit Gaib, salah seorang supir yang enggan disebutkan namanya mengatakan, Bupati pernah berjanji akan perdayakan dan mengutamakan Dump Truk warga Gayo Lues pada kegiatan proyek,namun kenyataannya proyek didesa Penomon yang merupakan kegiatan dari BPBD Gayo Lues ini, tidak diperdayakan untuk angkut material, malah pihak rekanan melakukan penggalian material sendiri dan membawa Dump truk dari luar Gayo Lues, Dump truk Gayo Lues boleh angkut material tetapi harga dipatok rekanan hanya Rp 200 Ribu per truk sedangkan harga per truk paling murah sebesar Rp 350 Ribu.

"Kami dapat apa jika Rp 200 ribu per truk,yang ada cuma kerugian yang kami terima,itu sama saja tidak memberikan pekerjaan pada kami" ujar supir tadi.


Penulis: Irham/Azhari Lubis

Editor: Azhari Lubis

Situs ini menggunakan cookies.