Gayo Lues

Sekolah Tatap Muka di Buka Ditengah Ancaman Covid19

Redaksi



Blangkejeren(alabaspos.com), Pelaksanaan pendidikan dan pengajaran langsung tatap muka mulai dilaksanakan di seluruh Kabupaten Gayo Lues Rabu 16/09/2020, hal ini merupakan hasil keputusan Pemerintah Daerah setempat beserta instansi dan lembaga terkait lainnya, dimulainya pelaksanaan pendidikan dan pengajaran langsung tentunya menuai pro dan kontra di tengah masyarakat, sebab Kabupaten Gayo Lues saat ini memasuki tingginya warga yang terinfeksi virus Corona (Covid 19). Data yang ada di Satgas Covid 19 Gayo Lues paling tidak sudah 20 warga terpapar Covid 19.walaupun sebagian besar sudah dinyatakan sembuh namun beberapa warga lainnya masih dalam perawatan.


Jika melihat selama ini memang sejak April lalu, siswa tidak lagi belajar disekolah secara langsung tatap muka, tetapi dilaksanakan dengan sistem daring alias online, namun hal ini pada kawasan yang memiliki jaringan internet, sistem daring pun selama berbulan bulan tidak berjalan maksimal disebabkan jaringan Telkomsel satu satunya provider didaerah ini lebih sering hilang dan raib, akibatnya proses belajar mengajar secara daring sering terganggu,bahkan jaringan Telkomsel hingga dua hari tidak muncul.


Tentunya dengan dilaksanakannya pengajaran tatap muka ini, sebagian orang tua murid khususnya anak anak usia sekolah dasar, merasa was was pasalnya pada anak anak sekolah dasar tidak sepenuhnya dapat dan memahami pelaksanaan protokol kesehatan apalagi disekolah yang jumlah muridnya cukup ramai, bahkan untuk mengenakan masker untuk satu jam saja mereka merasa risih,belum lagi soal rutin cuci tangan, begitu juga soal bangku disekolah tidak terlihat adanya jarak maksimal yang dilakukan karena keterbatasan luasnya ruangan kelas.


Dilaksanakannya pengajaran tatap muka ini memang cukup bagus,namun sebaiknya harus dikaji ulang,karena anak anak usia sekolah dasar sangat rentan dari ancaman virus Corona,


Pengajaran dengan tatap muka boleh saja dilaksanakan namun tidak dapat dilakukan sepenuhnya seperti waktu normal.pengurangan jumlah murid harus dilakukan dengan sistem ship atau bergantian.atau bisa dilakukan sehari sekolah unt setengah murid dalam satu lokal.lalu besoknya murid lain yang masuk. Sehingga ruangan kelas dapat mengatur jarak antara murid.


Siapapun tidak ingin anak anaknya tidak belajar apalagi sekolah yang berbayar, namun kesehatan adalah hal yang utama, dan tidak siapapun yang ingin kluster baru akan muncul dari sekolah, bijaklah mencari solusi terbaik sekolah tetap berjalan namun protokol kesehatan wajib dilaksanakan.

Penulis: Azhari Lubis

Situs ini menggunakan cookies.