Gayo Lues

Secara Simbolik, Wabup Gayo Lues Terima Kartu Tani Dari Bank BNI

Redaksi
Azhari Lubis
Wabup Gayo Lues H Said Sani saat menerima Kartu Tani dari pihak Bank BNI



Blangkejeren(alabaspos.com) Wakil Bupati Gayo Lues H.Said Sani di gedung PPL setempat Kamis 7/1/2021,menerima secara simbolik kartu Tani dari pihak Bank BNI,yang disampaikan Fahri Umri perwakilan dari BNI Langsa.


Sektretaris Distan mewakili Kadis Distan Suhardi SE menyampaikan bagaimana kondisi geografis Kabupaten Gayo Lues dari sektor pertanian dan perkebunan, informasi yang diperoleh kartu Tani ini sangat bermanfaat dan diharapkan akan dijelaskan nantinya oleh Perwakilan BNI yang hadir di ruangan ini,paparnya


Dalam penyampaiannya Fahri Umri dari perwakilan BNI mengatakan,sejak 2018 program kartu Tani sudah dilaunching tahun ini baru sampai di Gayo Lues,fungsi kartu untuk mempermudah petani mendapat kebutuhan lahannya,seperti masalah pupuk selama ini selalu langka, dengan adanya kartu ini tentunya akan dipermudah,kios kios yang akan ditunjuk akan menjadi tempat pengambilan kebutuhan petani dengan membawa kartu Tani,saat menjawab pertanyaan dari beberapa Penyuluh pertanian yang hadir diacara itu, Fahri Umri menyampaikan bahwa Kartu Tani untuk Kabupaten Gayo Lues sekitar 10 ribu kartu,sesuai data yang diserahkan dan terafliasi ke RTKK Kependudukan nasional.jika memang kurang dan masih separuhnya bisa diajukan kembali,tentunya sesuai dengan data yang valid,masalah pembelian pupuk dengan kartu Tani kata Fahri Umri,mekanismenya akan disediakan mesin seperti mesin ATM,intinya petani seperti menabung,saat petani butuh pupuk misalnya.akan dipotong dari tabungan yang ada.tentunya pakai kartu Tani,untuk saat ini belum bisa menggunakan KTP untuk membeli Pupuk subsidi.


Sedangkan Wakil Bupati Said Sani mengatakan dalam acara tersebut.menghimbau tetap jaga protokol kesehatan dan ASN jadilah contoh untuk Prokes Covid 19, ujar Wabup.

Selanjutnya Wakil Bupati dihadapan perwakilan Bank BNI dan jajaran Distan menyampaikan masalah kondisi petani di Gayo Lues,termasuk lahan kering dan lahan basah, lahan basah saat ini semakin berkurang akibat dijadikan pemukiman,ini salah satu penyebabnya,pembuatan dan pencetakan sawah baru belum terlihat hasilnya, disisi lain ada lahan sawah tapi dimiliki beberapa kepala keluarga, hal ini juga berdampak pada penerima kartu Tani,untuk itu harus ada data base petani yang benar benar petani h akurat validitasnya dapat dipertanggung jawabkan, dalam KTP disebutkan kerjanya petani namun belum tentu petani,sebelumnya luas lahan basah sekitar 7000 hektar saat ini berkurang menjadi sekitar 4000 Hektar,ini dapat dilihat di Google Maps.jelasnya


Kartu Tani tentunya harus dapat mendukung sektor pertanian khususnya masalah mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi,dengan adanya kartu ini petani benar benar dapat merasakan manfaatnya,kebutuhan petani dapat dengan mudah diperoleh.pungkas Said Sani.

Acara tersebut selain dihadiri oleh jajaran PPl Gayo Lues juga dihadiri oleh para Kabid yang ada di Dinas Pertanian Gayo Lues.

Penulis: Azhari Lubis

Situs ini menggunakan cookies.