Blangkejeren(alabaspos.com), Petani sere wangi di Kabupaten Gayo Lues menjerit akibat minyak sere wangi atau yang dikenal dengan nama minyak Atsiri Citronella harganya terjun bebas bahkan agen pembeli pun enggan untuk menerima minyak sere hasil penyulingan mereka.
" Kali kami petani sere wangi benar benar dilanda krisis akibat jatuhnya harga minyak sere wangi hingga ke dasar jurang yang dalam, bayangkan harga minyak sere wangi saat ini hanya Rp 120 ribu perkilogramnya, jika harga segitu kami benar benar hancur dan rugi besar,bukan untung malah tambah buntung, kalau kita hitung dari cost produksinya,termasuk biaya bahan bakar,pekerja panen dan pekerja penyulingan yang jelas hanya ada kerugian yang kami derita.yang parahnya lagi agen pun enggan untuk membelinya, alasannya tokeh di Medan belum menerima minyak sere wangi.ini benar benar pusing kami sebagai petani, apalagi saat ini bulan ramadhan dan persiapan untuk lebaran,belum lagi biaya sekolah anak anak di tahun ajaran baru.mau mengadu kemana?" Ujar beberapa petani sere wangi di kecamatan Kutapanjang .
Anehnya setiap memasuki bulan ramadhan maupun Jelang lebaran di Kabupaten Gayo Lues,harga minyak sere sebagai salah satu komoditi utama daerah ini, harga selalu anjlok apakah hal ini memang pasar minyak sere wangi sepi secara global atau permainan para agen pengumpul ? Tentunya pemerintah daerah tidak dapat menutup mata dalam mengatasi masalah anjloknya harga Minyak sere wangi,perlu perhatian khusus apa benar harga turun dipasaran atau hanya akal akan agen pengumpul, disini pemerintah daerah melalui Dinas terkait tidak boleh tinggal diam dan menjadi penonton,agar masalah harga minyak sere wangi ini tidak menjadi permainan tengkulak untuk mencari keuntungan besar.
Beberapa tahun lalu kejadian yang sama pernah berlaku namun saat itu para agen mengaku tidak memiliki modal untuk menampung seluruh minyak sere wangi Gayo Lues,alasan inilah menjadikan harga anjlok,apakah hal yang sama terjadi saat ini? .