Sei Bamban,alabaspos.com
Dalam upaya meningkatkan saddha (keyakinan) terhadap Tuhan sang pencipta serta melengkapi sarana tempat ibadah, ratusan ummat Buddha dari berbagai daerah dan Serdang Bedagai (Sergai) menghadiri peresmian rumah ibadah Vihara Lokesvara di Komplek Indah Permai Desa Pon Kecamatan Sei Bamban, Minggu (7/7).
Vihara yang diresmikan langsung oleh Bupati Sergai Ir. H. Soekirman turut juga dihadiri Wakil Ketua Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Upasaka Thony, Wakil Ketua INTI Sumut Ir. Tommy Wistan, Wakapolres Sergai Kompol Pramono, anggota DPRD Sumut Sony Firdaus SH, anggota DPRD Sergai Budi Sumalim SE, Kabag Humas Dra. Indah Dwi Kumala, Kabag Kessos Ikhsan AP, Kakan Kesbangpolinmas Drs. Ramses Tambunan M.Si, Camat Sei Bamban Roy Pane S.Sos, Ketua FKUB Drs. H. Irfan El Fuadi Lubis, para Bikkhu, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang disambut meriah dengan atraksi barongsai.
Bupati Sergai Ir. H. Soekirman dalam sambutannya mengungkapkan bahwa acara peresmian Vihara ini merupakan kegiatan pertama di Kabupaten Sergai setelah dilantik menjadi Bupati. Hal ini merupakan suatu penghormatan bagi Bupati Soekirman karena dapat hadir pada peresmian rumah ibadah ummat Buddha yang pertama kalinya di resmikan di Kabupaten tanah bertuan negeri beradat ini.
Lebih lanjut Soekirman menjelaskan sebagaimana yang disampaikan oleh panitia peresmian pada saat audensi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sergai, Vihara Lokesvara ini merupakan rumah ibadah yang dibangun secara swadaya murni dari masyarakat dan merupakan Vihara pertama yang telah memiliki patung Buddha Satya Murni kebanggaan bagi ajaran Agama Buddha di Kabupaten tercinta ini.
Pemkab Sergai memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat kebersamaan dan kegotongroyongan masyarakat penganut ajaran Buddha yang ada di Kabupaten Sergai dalam membangun tempat peribadatan bagi masyarakat. Pemkab Sergai beserta jajaran senantiasa menghimbau agar semangat kebersamaan dan kegotongroyongan ini selalu terjalin dengan baik serta semakin ditingkatkan, ujar Bupati Soekirman.
Dengan adanya Vihara Lokesvara ini lanjut Soekirman, maka akan menambah keanekaragaman budaya lintas etnis di Sergai, serta dapat memperkokoh empat pilar pendukungnya yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI akan menjadi nilai dasar dalam berkehidupan di Negara Indonesia ini, kata Bupati Ir. Soekirman.
Soekirman juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat Sergai agar bangkit dari keterpurukan dan ketidakberdayaan serta selalu berprestasi dalam segala hal. Buatlah sesuatu yang membanggakan sehingga dapat bermanfaatkan bagi orang lain dan yang terakhir, kita harus membantu yang lemah. Artinya jangan hanya berkaca pada diri sendiri tapi harus melihat sekeliling kita karena masih banyak lagi orang yang membutuhkan pertolongan, tutur Bupati Sergai.
Mengakhiri sambutannya Bupati H. Soekirman menghimbau kepada para pengurus Vihara dan Klenteng serta pengurus rumah ibadah lainnya yang ada di Kabupaten ini agar segera mendaftarkannya ke Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Sergai dengan tujuan mendukung program Pemerintah di bidang agama.
Sebelumnya, Ketua Panitia penyelenggara acara Ery Sudjoko melaporkan bahwa Vihara Lokesvara merupakan Vihara Buddhis pertama diresmikan di Sergai. Ery mengisahkan bahwa Vihara ini awalnya adalah sebuah cetiya 9 disebuah rumah sewa yang memulai kegiatannya pada tanggal 27 Januari 2008 silam. Karena jumlah ummat terus bertambah dan ruangan yang kurang nyaman sehingga muncul inisiatif untuk membangun sebuah Vihara yang nyaman dan lebih luas dari sebelumnya. Sedangkan tujuan didirikannya Vihara ini adalah untuk meningkatkan keimanan dan keyakinan terhadap nilai luhur ajaran Buddha.
Dalam kesempatan yang sama Pembina Vihara Lokesvara Nurny Angsana mengucapkan terimakasih atas dukungan dari semua pihak dan seluruh komponen masyarakat lintas etnis yang telah memberikan sumbangsihnya sehingga pembangunan rumah ibadah ini dapat diselesaikan dengan singkat. Vihara Lokesvara ini merupakan bukti nyata dari kekuatan doa dari seluruh ummat, kekuatan kekeluargaan, kebersamaan, kerukunan ummat beragama serta kekuatan dukungan dari Pemkab Sergai.
Sementara Wakil Ketua MBI Upasaka Thony menyambut dengan gembira atas keberadaan Vihara Lokesvara, setelah adanya rumah ibadah di Desa Pon ini diharapkan akan membuat masyarakat khususnya ummat Buddhist lebih meningkatkan ibadahnya. Dengan diresmikannya Vihara ini, apa yang tercantum dalam (Dharmapada : 183) yaitu "Tidak melakukan kejahatan, senantiasa mengembangkan kebajukan dan membersihkan bathin inilah ajaran para Buddha” dapat terwujud di Kabupaten Sergai.
Disela-sela acara tersebut, pihak Vihara Lokesvara memberikan bantuan sembako kepada warga sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.(sudirman.hsb)