Putri Betung (alabaspos.com), Banyak warga kecamatan Putri Betung terkejut saat hari H bencana banjir dan longsor 26/11/2025 melihat sosok Plt.Camat Sofyan ada diantara masyarakat yang terkena musibah bahkan ada kepala desa yang meneteskan air mata ketika Plt.singgah kerumahnya yang selamat dari amukan bencana meluapnya sungai alas dan longsor dari atas perbukitan.padahal tempat tinggal Sofyan L ada di Kampung Aunan Sepakat Kecamatan Ketambe Aceh Tenggara memang tidak jauh dari perbatasan kecamatan Putri Betung Gayo Lues dengan Aceh Tenggara.
"Sama sekali saya tidak menyangka Kecamatan Putri Betung mengalami bencana yang begitu dahsyatnya" ujar Sofyan L mengawali pembicaraan dengan media ini.
Kamis pagi 26 Nopember 2025 sekitar pukul 07 WIB Sebagai Plt.Camat Putri Betung Sofyan L berangkat dari rumahnya menuju Kantor Camat Putri Betung,Dia ditemani ponakannya dengan sepeda motor,namun sampai di Desa Balai Lutu Badan jalan sudah amblas,namun Sofyan L nekat untuk meneruskan perjalanannya dengan berjalan kaki menyelusuri hutan perbukitan Gurah Ketambe, berlumpur dan terjatuh akibat licinnya jalan di antara hutan sudah tidak dihiraukan lagi,yang penting niatnya harus sampai ke Kantor Camat.mungkin akulah yang pertama pagi itu melintas di hutan tersebut,kelas Sofyan L.
Setibanya di puncak gurah badan jalan masih ada tidak mengalami kerusakan,dengan sepeda motor warga yang terjebak dilokasi itu,Plt camat Putri Betung ini meminta untuk diantarkan ke Gumpang,namun sampai di desa Simpur Kecamatan Ketambe Aceh Tenggara,badan jalan sudah hilang dibawa arus sungai,rumah warga sudah banyak yang tidak lagi terlihat karena ikut dibawa derasnya amukan sungai alas,bahkan Sofyan L masih sempat melihat dan membantu warga yang terjebak dirumahnya sedangkan air sungai mengelilingi rumah tersebut.menyedihkan memang bencana yang datang ini.
Sofyan L dari Desa Simpur melanjutkan perjalanan menuju perbatasan Gayo Lues dan Aceh Tenggara melalui hutan dan kebun warga dengan berjalan kaki,sampai di desa umah buner.disini Sofyan L melihat pos polisi perbatasan masih utuh tidak terkena banjir, sedangkan Titi gantung yang tidak jauh dari lokasi pos polisi sudah hanyut.
Kembali dengan sepeda motor warga Sofyan L terus bergerak menuju Desa Marpunge hingga kedesa Singahmulo kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues,disepanjang jalan desa yang sudah dilalui Sofyan L sempat singgah dan memberikan semangat kepada kepala desa dan masyarakatnya yang tertimpa musibah, pemukiman warga banyak yang sudah hilang.masalah muncul ketika Plt, Camat Putri Betung ini sampai dusun Serkil,badan jalan sudah hancur total bersama beberapa warga ,Sofyan L kembali menyelusuri perbukitan yang licin dan terjal,di tengah jalan Sofyan L sempat bertemu dengan perempuan petugas SPBU Gumpang dan bertanya kondisi rumahnya di kampung Balai Lutu,yang dijawab Sofyan L sudah tidak ada lagi, perempuan inipun menangis tersedu mendengar jawaban Sofyan L,yang sangat dikenalnya.
Dusun Serkil Juga porak poranda diterjang banjir dan longsor,hanya beberapa rumah saja yang tersisa,air sungai masih mengenangi hampir semua desa yang kami lalui di hari Kamis yang kelabu.papar Sofyan L.
Dari Dusun Serkil kembali dengan menggunakan sepeda motor warga Sofyan L menyelusuri beberapa desa lagi seperti Singahmulo,Meloak 1 dan Meloak aih ilang,Uneng pune sampai ke kantor camat,nyaris semua desa di kecamatan Putri Betung mengalami kerusakan rumah warga banyak yang hanyut,material yang dibawa arus sungai berserakan, hubungan transportasi rusak parah,bahan pangan banyak yang hanyut,warga mulai resah,dengan sisa sisa tenaga dan pikiran yang juga mulai panik,Plt Camat Putri Betung ini, bertemu dengan Kapolsek Putri Betung Ipda.Novrizal dan Sekcam Samsudin,wartawan media online M.Daud. dan beberapa kepala desa,di hari Kamis itu langsung mendirikan Posko Bencana di SPBU Gumpang setelah mendapat izin dari ownernya.Plt.Camat dan Kapolsek langsung melakukan koordinasi untuk melakukan upaya penanggulangan darurat bencana,termasuk mengatur pembelian BBM yang masih tersisa di SPBU Gumpang untuk Roda dua hanya boleh isi Rp 20 ribu dan mobil Rp 50 ribu.komunikasi dari hot spot liar terus dilakukan ke pemerintah Kabupaten Gayo Lues mengajak masyarakat untuk gotong royong membuka akses jalan sepeda motor dikawasan badan jalan yang sudah habis terbawa longsor dan air sungai,yang penting akses sepeda motor dilakukan agar dapat ke luar hingga Aceh Tenggara untuk mencari dan membeli beras,ini harus dilakukan secepatnya sebab stok beras sudah mulai kosong,kita tidak ingin ada masyarakat yang mengalami kelaparan.
Dan sejak Kamis 26 Nopember hingga Senin 1 Desember 2025,Plt.Camat Sofyan L, Sekcam Samsudin Kapolsek Ipda Novrizal wartawan M Daud,bersama seluruh kepala desa dan aparatur desa,terus melakukan koordinasi dan komunikasi untuk mempercepat penanggulangan darurat bencana,termasuk upaya agar alat berat yang sedang bekerja tersedia BBM nya, walaupun harus di bawa dari Aceh Tenggara dengan sepeda motor,bahkan Plt. Camat Kapolsek serta M.Daud sempat terlihat bersama sama untuk mengurus bantuan BBM bagi alat berat yang sedang bekerja di lintas jalan nasional di kecamatan Putri Betung.
Bencana ini memang cukup besar yang harus ditanggung oleh masyarakat,namun dengan bantuan penuh dari Bapak Kapolsek dan dukungan masyarakat Putri Betung,kita berupaya untuk segera keluar dari keterisolasian,agar semangat masyarakat dan perekonomiannya Kembali bangkit,karena sampai saat ini komoditi pertanian tidak ada beli sebab pengepul tidak dapat masuk ke kecamatan Putri Betung.walaupun selama lima hari selalu makan mie instan bersama Pak Kapolsek itu bukan masalah karena dengan mie instan sajapun sudah cukup untuk mengganjal lambung,mudah mudahan Kecamatan Putri Betung secepatnya dapat keluar dari keterisolasian ini.pungkas Sofyan L yang ditemani Kapolsek Putri Betung Ipda Novrizal dan M.Daud usai mengurus bantuan BBM di Aceh Tenggara.