Blangkejeren(alabaspos.com), Sudah memasuki hari ke 21 pasca bencana banjir ekstrim dan longsor melanda Kabupaten Gayo Lues,namun hingga saat ini belum ada tanda tanda kapan akses jalan Gayo Lues ke Aceh Tenggara dapat dilintasi kembali oleh kendaraan roda empat maupun truk seperti sebelum terjadinya musibah bencana pada 26/11/2025 lalu.
Dilaporkan dari Blangkejeren saat ini satu satunya akses keluar hanya melalui Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) namun jalur ini memiliki kondisi jalan yang cukup ekstrim dan sulit dilalui kendaraan jenis truk jika bermuatan normal. Akses terdekat Gayo Lues hanyalah Kabupaten Aceh Tenggara.sedangkan arah ke Aceh Tengah kondisi jalan mengalami kerusakan hebat begitu juga arah ke Aceh Timur sama sekali belum dapat dilintasi kendaraan.
Akses ekonomi Gayo Lues selama ini tertumpu pada jalan Nasional Bagian Tengah (Gayo Lues- Aceh Tenggara) jalan inilah akses yang lebih cepat dan lebih mudah dilalui termasuk menuju Sumut,kini sudah lumpuh total hantaman banjir dan longsor membuat badan jalan mengalami kehancuran hilang dibawa air ada puluhan titik, belum lagi badan jalan yang mengalami keretakan,tentunya ini merupakan pekerjaan yang berat,namun jika pemerintah serius bukan tidak mungkin bisa secepatnya di normalisasikan kembali dengan mengerahkan seluruh kekuatan alat berat dan pendukung lainnya seperti bahan bakar minyak. Terputusnya hubungan Gayo Lues dan Aceh Tenggara membawa penderitaan bagi masyarakat Gayo Lues sebab segala produksi pertanian dan perkebunan tidak dapat dijual, angkutan antara Kabupaten dan antara Provinsi kini pada nganggur,sedangkan kebutuhan sehari hari sangat terbatas,belum lagi kerusakan lahan pertanian, kerusakan pemukiman dan infrastruktur lainnya menambah beban penderitaan bagi masyarakat.jika kondisi ini terus berlarut-larut kondisi Gayo Lues akan semakin mencekam, listrik masih terbatas jaringan Telkomsel belum juga aktif sudah hampir sebulan ini, pemerintah pusat harusnya peka dan tanggap secepatnya ketika daerah mengalami bencana,apakah pemerintah pusat tidak punya anggaran yang cukup jika membuat status Bencana nasional di Sumatera?atau ada hal lain,jika itu benar biarkan pihak asing yang membantu seperti kejadian tsunami Aceh 2004 lalu.kehadiran presiden Prabowo ke Sumatera melihat langsung kondisi yang terkena bencana,harusnya ada perintah disegerakan untuk di pulihkan dari segala sektor dengan mengerahkan segala kekuatan yang dimiliki negara,bukan lelet seperti jaringan Telkomsel dan Listrik sedangkan nyawa masyarakat sudah terancam baik yang berdampak langsung maupun tidak langsung.