Blangkejeren(alabaspos.com) Hampir sebulan pasca bencana banjir dan longsor yang meluluh lantakkan sebagian besar wilayah Kabupaten Gayo Lues termasuk kecamatan Pining.bahkan sampai saat ini beberapa desa yang ada di kecamatan Pining masih terisolasi tanpa adanya akses jalan,sebab puluhan titik longsor dan jalan provinsi yang ada di kecamatan Pining yang menghubungkan dengan Kecamatan serba jadi Aceh Timur mengalami amblas bahkan hilang tersapu oleh banjir akhir Nopember 2025 lalu,kawasan kecamatan ini benar benar masih sulit terjangkau untuk mengalokasikan bantuan,hanya dengan pesawat helikopter merupakan satu satunya yang mampu mengalokasikan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Gayo Lues Muhaimin kepada media ini mengatakan desa yang masih terisolasi dan masih sulit terjangkau di kawasan Kecamatan Pining adalah desa Pintu Rime,Pining,Pasir Putih Lesten dan Ekan.adapun yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat disana saat ini adalah sembako,ini kebutuhan utama bagi warga masyarakat yang harus di upayakan,Untuk sementara ini Pihaknya bekerjasama dengan aparat TNI dan Polri maupun Satpol PP telah berupaya dengan semampunya telah menyalurkan bantuan bagi masyarakat dengan berjalan kaki dari lokasi yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan.
Melihat kondisi parahnya kerusakan oleh bencana banjir dan longsor lalu,kini masyarakat sangat berharap agar pemerintah pusat maupun pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas PUPR Aceh,untuk secepatnya melakukan perbaikan badan jalan Provinsi penghubung antara Gayo Lues dan Aceh Timur itu.
Salah seorang kepala desa dari Kecamatan Pining melalui media ini mengungkapkan bahwa kondisi masyarakat Kecamatan Pining benar benar mulai mengalami trauma pasca banjir lalu,ditambah lagi kondisi kebutuhan sembako mulai menipis sedangkan untuk memasoknya dari Aceh Timur maupun dari Blangkejeren sangat terlalu sulit,sudah hampir sebulan pasca bencana belum ada tanda tanda badan jalan akan secepatnya selesai dikerjakan,ini akan semakin mempersulit kondisi masyarakat Kecamatan Pining.apalagi kawasan desa Lesten yang selama ini pasokan sembako dan kebutuhan lainnya dibawa dari Pining,sedangkan Pining saat ini masih terisolasi tanpa jaringan internet maupun listrik.
"Kami sangat berharap agar Pemerintah provinsi Aceh melalui Dinas PUPR nya untuk secepatnya melakukan perbaikan badan jalan Provinsi ini,sudah hampir sebulan kami disini merasakan penderitaan yang begitu lama" ujar kepala desa itu yang mengaku menggunakan jaringan Starlink dari Pining kepada media ini.