Headline

Pasca Banjir Di Gayo Lues Harga Gas Dan Sembako Melangit,Produk Pertanian Tak Ada Yang Beli

Redaksi
Istimewa
Sebagain wilayah Gayo Lues Kondisinya menyedihkan akibat banjir ekstrim lalu

Putri Betung (alabaspos.com), Harga gas dan BBM menggila harga komoditi warga hancur sehancur hancurnya,inilah yang dialami sebagian besar masyarakat kecamatan Putri Betung yang masih terisolasi dari sarana transportasi pasca banjir pada 26 Nopember 2025 lalu,untuk mendapatkan satu Gas melon warga harus membayar Rp 70-80 ribu pertabung,sedangkan BBM jenis pertalite dan Pertamax Rp 40-50 ribu perliter,begitu juga dengan kebutuhan lainnya seperti beras misalnya harganya cukup melonjak,

"Mungkin penjual ingin mendapatkan untung yang besar dan mengambil kesempatan ketika jalan menuju kecamatan Putri Betung masih rusak dan belum dapat dilintasi kendaraan seluruhnya,harus naik gunung turun gunung ketika bertemu jalan yang sudah terputus akibat banjir, itupun ada yang dilansir oleh orang lain biaya lansirnya hitungan perkilo atau perliter,bisa beberapa kali melansir sesuai jarak barang yang akan di jual, itu butuh biaya tambahan mungkin ini menjadi alasan bagi penjual untuk menaikkan harga selangit, sedangkan cabai merah dan komoditi lainnya di hargai para tokeh (agen pengempul) sangat rendah misalnya di kecamatan Ketambe Aceh Tenggara Cabai merah ditampung agen pengempul Rp 40 ribu,sedangkan di kecamatan Putri Betung Gayo Lues diharga cuma Rp 15 ribu perkilogram,ya itu tadi alasanya banyak uang keluar untuk melansir barangnya" ujar beberapa warga kecamatan Putri Betung ketika bertemu awak media ini di kecamatan Ketambe Aceh Tenggara yang akan menjual hasil pertaniannya,warga tadi mengaku lebih menguntungkan menjual hasil pertaniannya di Kecamatan Ketambe sembari membeli kebutuhan pokok setelah menjual hasil pertaniannya seperti cabai merah dan kakao.

Kepada media ini warga yang mengaku dari desa Meloak kecamatan Putri Betung itu berharap pemerintah secepatnya melakukan perbaikan badan jalan Nasional penghubung antara Aceh tenggara dan Gayo Lues agar berbagai masalah yang dihadapi masyarakat pasca banjir lalu dapat segera diatasi terutama sembako dan ekonomi masyarakat.

Hal yang lebih parah lagi para petani di beberapa kecamatan di Gayo Lues sama sekali tidak dapat menjual hasil pertaniannya sedangkan kebutuhan domestik tidak begitu begitu banyak,itupun dibeli dengan harga murah akibat Keterisolasian daerah tersebut.

Penulis: Azhari Lubis

Situs ini menggunakan cookies.