Nanggroe Aceh Darussalam

Bupati Ajak Masyarakat Gayo Lues Menjaga Lingkungan Hutan

Redaksi
istimewa

Blangkejeren(alabaspos),Memperingati Hari Sejuta Pohon Sedunia dan launching gerakan gemar menanam pohon, Aceh Green Community (AGC) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menamam 5.000 bibit pohon di sepanjang aliran sungai Pining dan lahan kritis di empat kampung (Gajah, Uring, Pepelah dan Pintu Rime).


Masing-masing kampung akan menanam sebanyak 1.250 batang.


Kegiatan ini dibuka secara simbolis oleh Bupati Gayo Lues Muhammad Amru di kulem kolak, Kampung Gajah, Kecamatan Pining, Kamis, (10/1/2018).


Ketua Umum Aceh Green Community, Suhaimi dalam sambutannya mengatakan, ada pun pohon yang akan ditanam ada tujuh jenis, di antaranya aren 2.000 batang, mahoni 1.100 batang, pinang 600 batang, sengon 600 batang, petai 300 batang, asam Jawa 300 batang dan Ketapang 100 batang.


Suhaimi menjelaskan, kegiatan penanaman pohon dan launching gerakan gemar menanam pohon hari ini merupakan serangkaian kegiatan sebelumnya.


Ia menyebutkan, Aceh Grend Community juga sudah melakukan pendampingan pendidikan desa untuk menjadi desa mandiri dan paham arti berapa pentingnya untuk menjaga lingkungan hutan.


“Selama ini AGC bekerja sama dengan USAID Lestari untuk menjaga hutan. Perlu kita ketahui, hutan merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat, berbicara hutan berarti kita bicara tentang masa depan anak cucu kita. Kegiatan gemar menanam paham harus dilakukan secara terus-menerus, bukan sekadar seremonial, kita wajib menjaga alam ini untuk anak-anak kita di masa yang akan datang,” ujarnya.


Untuk ke depannya, Aceh Green Community sangat berharap, bupati Gayo Lues bisa melanjutkan pengelolaan pohon aren di Kecamatan Pining ini.


“Dan saya yakin pohon aren ini suatu saat  bisa menjadi salah satu ikon Gayo Lues, produk unggulan dan bisa dikenal tingkat nasional dan internasional,” tandasnya.


Muhammad Amru dalam sambutannya mengatakan, kehadiran dan kegiatan Aceh Green Community telah mengetuk kesadaran masyarakat kabupaten Gayo Lues bahwa, betapa pentingnya untuk menjaga dan mengelola lingkungan hutan dengan baik.


“Tanggal 10 Januari merupakan hari sejuta pohon sedunia, dan harus kita sadari kegiatan semacam ini tidak boleh sekedar seremonial saja, harus ada tindak lanjut penanaman pohon sebagai  lanjutan dari kegiatan ini, sekaligus sebagai bukti keseriusan kita untuk menjaga lingkungan di kabupaten Gayo Lues,” ujarnya.


Bupati melanjutkan, jika semua elemen tidak memiliki komitmen tinggi untuk menjaga lingkungannya, maka sama halnya masyarakat dilingkungan tersebut sedang mengundang bencana dahsyat dimasa yang akan datang.


“Perhatikanlah selama ini, telah terjadi bencana, dimusim kemarau terjadi kekeringaan, dan musim hujan terjadi longsor dimana-mana. Untuk mengantisipasi bencana alam semacam ini maka kita harus gemar menjaga lingkungan, dan gemar menanam pohon,” terangnya.


Bupati menjelaskan, mayoritas masyarakat di kabupaten Gayo Lues masih sangat bergantung kepada hutan, kalau ini tidak diatur dan masyarakat yang masih menggantungkan hidup terhadap hutan tidak dibina dan disadarkan betapa pentingnya menjaga lingkungan hutan, maka ini akan sangat membahayakan, terutama masyarakat yang ada disepanjang aliran sungai.


Bupati menerangkan sudah menginstruksikan, bahkan ini sudah dikatakannya pertama dilantik menjadi setiap desa wajib mengalokasikan dana sebesar Rp50 juta/desa untuk kepentingan lingkungan, bagi desa yang ada di perkotaan alokasi dananya untuk direalisasikan untuk penghijauan kota.


Bupati mengatakan, hutan harus menjadi kebanggaan, Kabupaten Gayo Lues tidak akan bisa menyamai megahnya pembangunan gedung yang ada di kota-kota luar negeri. Begitu juga kota-kota yang ada diluar negeri tidak akan bisa menyamai indahnya lingkungan hutan yang ada di Kabupaten Gayo Lues.


“Saya sudah pernah berjalan keluar negeri melihat megahnya pembangunan kota di sana, sampai berdarah-darah air mata, kita tidak bisa menyamai mereka, begitu juga sebaliknya, mereka tidak akan bisa lagi mendapatkan hutan seperti kita.Jadi biarlah mereka bangga dengan gedungnya, dan kita juga harus bangga dengan hutan kita, hutan adalah kebanggaan kita, hutan akan menjaga kita, jika kita juga menjaganya,” terangnya.


“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Aceh Grend Community yang telah bekerja keras menyadarkan masyarakat kabupaten Gayo Lues, khusunya di kecamatan Pining untuk sadar menjaga lingkungannya,” tandasnya. (rel)

Situs ini menggunakan cookies.