Headline

Dua Minggu Pasca Banjir Ekstrim,Listrik, Jaringan Telkomsel,BBM Raib Di Kecamatan Ketambe

Redaksi
Azhari Lubis
Warga mencari Hot Spot Telkomsel di gunung setan Kecamatan Ketambe gelap gelapan demi menyampaikan informasi kepada keluarganya 

Kutacane(alabaspos.com), Dua Minggu pasca bencana Banjir besar yang melanda Sebagian Kabupaten Aceh Tenggara hingga saat ini Minggu 7/12/2025 di sebagian besar Desa di Kecamatan Ketambe belum terlihat adanya tanda tanda listrik akan menyala,belum menyalanya listrik ini menimbulkan berbagai pembicaraan ditengah masyakat hingga berbagai dugaan dan sindiran kepada PLN Aceh Tenggara nyaris setiap hari menjadi pembicaraan ditengah tengah masyarakat,setiap ada warga yang lagi berkumpul terutama di warung warung kopi masalah listrik belum menyala menjadi topik pembicaraan yang hangat,ada yang menduga pihak PLN terkesan menutup mata dan setengah hati dalam upaya menghidupkan kembali listrik di kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Gayo Lues ini.

"Kalau PLN memang serius bekerja memperbaiki jaringan listrik tidak mungkin sampai dua Minggu tidak selesai dikerjakan,di awal bulan Desember ini tagihan rekening listrik sudah harus di bayar namun listriknya padam sampai hari ini,tidak sedikit kerugian yang di derita masyarakat atas begitu lamanya pemadaman ini,selain kerugian ekonomi dampak Banjir lalu menjadi beban psikologis dengan gelapnya malam hari ditambah lagi hujan masih selalu turun,lengkap sudah penderitaan masyarakat sebab selain listrik jaringan Telkomsel juga raib tak kunjung kembali,seakan akan keduanya kompak sama sama padam,apakah pemadaman ini akan berlangsung hingga Tahun baru 2026 tiba? entahlah terserah PLN sama Telkomsel sajalah,kita sebagai masyarakat pasrah saja,dan kembali kehidupan ini seperti 30 tahun lalu,dimana sebagian besar Kampung di kecamatan Ketambe ini belum masuk listrik," cerita warga yang dihimpun media ini.

Namun ada juga warga yang mencoba membela PLN atas pemadaman yang cukup lama ini,warga tadi mengatakan bukan PLN tidak serius tetapi kerusakan jaringan dan tiang listrik banyak yang bertumbangan dan rusak akibat diterjang banjir besar lalu, sehingga diperlukan Pergantian tiang dan jaringan yang rusak.

BBM Langka

Selain masalah listrik dan jaringan pasca Banjir Ekstrim yang lalu keberadaan BBM juga jenis pertalite dan Pertamax di beberapa Desa di Kecamatan Ketambe juga mengalami kelangkaan,jika pun ada di beberapa pengecer harganya melangit,pengecer tidak segan segan mematok harga pertalite Rp 30-Rp 35 ribu perliter begitu juga dengan Pertamax,namun keberadaan BBM tidak selalu tersedia sehingga warga asal kecamatan Putri Betung Gayo Lues yang membawa hasil buminya untuk di jual di kecamatan Ketambe,cukup sulit mendapatkan BBM dari pengecer.

"Walaupun mahal yang penting ada minyaknya bang,tapi minyaknya sulit di dapat sudah beberapa pengecer kami tanya,namun pengecer juga kehabisan stok,untung juga tadi ada dapat 1 liter,mudah mudahan cukup sampai ke Putri Betung" ujar warga Putri Betung yang mengaku baru menjual cabai merahnya dan membeli beberapa kebutuhan sehari hari,yang berada di keranjang sepeda motornya.

Masyarakat berharap agar pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dan Polres agar segera turun tangan untuk mengatasi masalah kelangkaan BBM di daerahnya,apakah telah terjadi upaya penimbunan BBM oleh orang orang tertentu demi mencari keuntungan di tengah pasca musibah yang terjadi saat ini.

Penulis: Azhari Lubis

Situs ini menggunakan cookies.