Headline

Kacabdin Pendidikan Aceh Kabupaten Gayo: Lues: Calon Siswa SMA/SMK Wajib Punya Akun

Redaksi
Azhari Lubis
Kantor Cabang Dinas Pendidikan Aceh di Gayo Lues 

Blangkejeren(alabaspos.com), Kepala Dinas Cabang Pendidikan Aceh Kabupaten Gayo Lues Basri Abdul Jalil mengatakan jika sebelumnya penerimaan murid baru bagi SMA dan SMK maupun SLB disebut dengan Penerimaan peserta didik baru (PPDB) namun tahun ini berubah menjadi SPMB (sistem penerimaan murid baru),ditahun ini 2025 SPMB sistem penerimaannya dengan sistem digital artinya setiap calon Siswa SMA maupun SMK wajib memiliki akun sendiri,ini dilakukan selain mempermudah sistem penerimaan siswa baru juga untuk menghindari adanya calo maupun pungutan liar,terutama bagi sekolah sekolah yang dianggap sekolah favorit.ujarnya kepada media ini 3/7/2025.

Selain itu sebut Kacabdin ada beberapa kriteria dalam sistem penerimaan tahun ini,yakni Afirmasi siswa kurang mampu dibuktikan dengan kartu PIP/PKH sebanyak 30%.Domisili 30% ,Prestasi 35% dan mutasi 5 %.


Untuk Daya tampung di semua SMA dan SMK se Kabupaten Gayo Lues sebanyak 860 siswa,namun ada beberapa sekolah belum terpenuhi calon siswanya,tetapi ada juga sekolah yang sudah over kapasitas, dan Cabdin Pendidikan Aceh Kabupaten Gayo Lues masih membuka kesempatan gelombang kedua untuk penerimaan murid baru ini dari tanggal 3 sampai tanggal 5 Juli,bagi calon siswa yang belum sempat mendaftar sebelumnya,silahkan mendaftar kembali,jelas Basri Abdul Jalil

Terkait dengan adanya dugaan pungutan yang dilakukan sekolah dengan alasan uang komite,Basri Abdul Jalil mengatakan bahwa terkait dengan uang komite sebenarnya bukan urusan sekolah,tetapi merupakan urusan komite sekolah,jika ada kekurangan dalam kegiatan belajar dan mengajar,komite sekolah yang dapat membantu,pihak sekolah sama sekali tidak terlibat,namun yang menjadi persoalan sumbangan sukarela orang tua murid atau wali murid,selalu disama ratakan,yang namanya sumbangan sukarela harusnya jangan disama ratakan sebab tidak semua orang tua murid memiliki kemampuan ekonomi dan pendapatan yang besar,harusnya disesuaikan dengan kemampuan masing masing,boleh saja orang tua murid menyumbang cukup besar karena kemampuan ekonominya,namun sebaliknya ada orang tua murid cuma mampu menyumbang sedikit, jadi yang sering timbul menjadi masalah adalah disama ratakannya sumbangan oleh komite sekolah,mudah mudahan pola seperti ini dapat dirubah kedepannya.papar Kacabdin Pendidikan Aceh Kabupaten Gayo Lues ini.

Penulis: Azhari Lubis

Situs ini menggunakan cookies.