Brussel(alabaspos), Raja Belgia Phillippe Leopold Louis Marie beserta Ratu Mathildo nampak menggelengkan gelengkan kepala sebagai rasa kegamunnya ketika menyaksikan tari saman dan dua tarian lainnya yang berasal dari Indonesia yakni tari Nani topeng Losaridari cirebon tepukan begitu riuhnya, begitu juga saat penari dari Papua di season kedua tampil dengan tarian voice of papua yang dimainkan lima pemuda, acara pembukaan Europalia Art Festival di Gedung Bozar Brussel 10/10, Saat lima belas penari saman asal Gayo Lues dengan pakaian khas kerawang Gayo dengan motif yang begitu menarik dan dengan penuh kekompakan membawakan tarian saman yang terbilang sulit pada gerakkannya terutama pada gerakan silang kepala pemain tari saman,gerakan tangan yang begitu indah begitu juga pada gerakan badan,membuat suasana gedung semegah Bozar menjadi hiruk pikuk dengan aplusan yang diberikan oleh penonton, termasuk Raja dan ratu Belgia serta Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, sepertinya Panitia sudah mengatur bahwa tari saman ditampilkan pada seasaon ketiga sehingga puncak kekaguman bagi yang hadir didalam gedung Bozar benar benar dilampiaskan dengan gemuruhnya tepuk tangan dan aplusan penonton, bahkan Raja Belgia harus menggelengkan kepalanya melihat betapa indahnya tarian asli masyarakat Gayo Lues tersebut.
"kami benar benar merasa tersanjung tidak sedikit aplusan dan pujian disampaikan kepada penari saman ini, bahkan usai pertunjukan tari saman tidak sedikit warga Belgia memberikan acungan jempol dan mengatakan Good,,, kepada penari saman asal Gayo Lues ini, ternyata apa yang ditampikan oleh anak anak muda penari saman Gayo Lues ini, benar benar diluar dugaan dari penonton, mereka mengatakan baru kali ini melihat langsung tari saman aslinya yang ditarikan oleh kaum pria, selama ini mereka hanya melihat di You Tube, namun kali ini mereka dapat melihat langsung termasuk pakaian yang dikenakan menjadi perhatian penonton, tentunya ini merupakan awal bagi penari saman dalam ajang Europalia Festival Art, karena akan ada beberapa pertunjukan lagi oleh tari saman bukan saja di kota kota negara Belgia tetapi di jerman juga" ujar Syafruddin Bangga yang merupakan pendamping tim tari saman Gayo Lues.
Begitu antusiasnya masyarakat Eropa untuk menyaksikan tari saman tidak terlepas dari acara yang dilakukan oleh Pemkab Gayo Lues pada Agustus lalu dengan menggelar 10001 penari saman, tarian yang dibawakan secara kolosal ini menjadi perhatian dunia, sebab beberapa media luar terutama media di eropa memberitakan tentang tari saman kolosal tersebut. pada saat itu Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid meminta agar penari saman dapat mengisi Europalia Art Festival Indonesia di Belgia, sebab tahun 2017 ini Indonesia merupakan Negara kehormatan yang diundang ke Festival terbesar di Eropa itu.(azl/berbagai sumber)