Blangkejeren(alabaspos), Suksesnya pegelaran tari saman sebanyak 10001 pada tahun 2017 lalu, dan pemerintah Pusat melalui kementerian terkait berjanji, akan melaksanakan kembali sebuah event yang lebih besar pada tahun 2018 ini, Janji tersebut terlihat sudah mulai terlihat dengan dilaksanakannya, rapat antara jejaran Pemkab Gayo Lues bersama seluruh kepala SKPK dengan pihak Kemenko PKM (pembangunan manusia dan kebudayaan) yang dipimpin oleh Wagub Gayo Lues Said Sani di opp room sekadakab setempat pada selasa 20/3.
Secara terpisah usai pelaksanaan rapat bersama Pemkab Gayo Lues,saat awak media ini bertemu dengan Kabid Pengembangan kawasan khusus kementeriaan PMK Muncahyani menjelaskan, kegiatan Gayo Alas Montain Internasional Festival, sudah dibicarakan dalam rapat bersama jajaran Pemkab Gayo Lues, tujuan dari gelaran festival bersakala internasional ini, sebut Muncahyani lebih menekankan pelestarian budaya lokal yang ada selama ini, termasuk budaya tari saman ,selain itu, kata Muncahyani implemetasi dari kegiatan ini nantinya, dapat membawa dampak positif bagi pengembangan sektor ekonomi masyarakat, melalui sektor pariwisata dan kerajinan tangan maupun industri kecil,apalagi saat ini ada dana desa yang dapat dimanfaatkan untuk pergerakan ekonomi masyarakat, melalui sektor ekonomi usaha kecil menengah, yang akan mendukung sektor pariwisata dan sektor lainnya.
Saat ditanyakan mengenai anggaran dari pelaksaan kegiatan Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIF), sebab agenda dari GAMIF tersebut akan berlangsung dari bulan Agustus hingga Nopember 2018, Muncahyani menjelaskan anggaran atau dana GAMIF akan dilakukan secara gotong royong, melalui pihak sponsor anggaran Kementerian terkait,dari APBA dan APBK.
Sedangkan agenda dari Festival itu akan berlangsung di Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Tenggara dan akan ditutup di Kabupaten Gayo Lues dengan acara puncaknya, pagelaran tari saman sebanyak 15001 peserta(azl)