Seni Budaya

Gamifest 2018 di Tutup Dengan Penampilan Tari Saman

Redaksi
dok Azhari Lubis/alabaspos.com
Bupati Gayo Lues Muhammad Amru saat penutupan Gamifest

Blangkejeren(alabaspos), Pemerintah Kabupaten Gayo Lues beserta masyarakatnya meminta agar pemerintah pusat menjadikan tari Saman dan Kerawang Gayo dijadikan sebagai Hari Nasional. Hal ini dikatakan Bupati Gayo Lues HM Amru dalam pidatonya pada penutupan Gayo Alas Mountain Internasional Festival (GAMIFest) 2018, Sabtu (24/11/18) di Stadion Seribu Bukit-Gayo Lues.


Acara yang dihadiri pejabat dibawah Dirjen  dari Jakarta tersebut, dimeriahkan oleh pagelaran saman massal dan bines yang mengerahkan 660 penari yang terdiri dari 330 penari Saman (laki-laki) dan 330 penari Bines (perempuan) yang berasal dari 11 Kecamatan.


Dikatakan Bupati, acara ini merupakan usaha strategis dalam rangka mempercepat usaha pembangunan empat wilayah tengah Aceh, antara lain Kabuaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tenggara dan Kabupaten Gayo Lues sendiri yang biasa disebut dengan kabupaten serumpun.


"Isu strategis ini menyahuti keinginan Presiden Republik Indonesia,  Ir. Joko Wododo untuk membangun Menara Indonesia dari Pinggiran", tegas Bupati seperti dilansir dari insetgalus.com


Sementara itu, Ketua panitia pelaksana H. Thalib, S. Sos. M.A.P  menjelaskan, kegiatan ini selain bertujuan untuk mengembangkan pembangunan juga bertujuan untuk mempererat persaudaraan dan melestarikan budaya saman.


Deputi Dirjen Kebudayaan yang diwakili oleh kepala museum nasional merincikan mereka bersama rombongan datang dari pusat berjumlah 40 orang.


Menurutnya, kenapa pembukaan dan penutupan harus berbeda tempat, karena kegiatan ini harus memberi dampak positif bagi pertumbuhan  sosial ekonomi masyarakat sesuai konsep Kawasan Strategis Nasional dibidang kebudayaan.(rel

Situs ini menggunakan cookies.