Predikat Best Actress (Aktris Terbaik) yang diraih dalam Puchon International Fantastic Film Festival di Korea Selatan pada 23 Juli 2009 menjadikan Shareefa Daanish yakin dirinya bisa akting. Dan, seni peran adalah karirnya. Itu penghargaan pertama bagi dia setelah bermain di tujuh film dan 12 FTV.
---
Daanish masih ingat, ketika memutuskan untuk menerima tawaran syuting film Lovely Luna (2003), ada banyak pihak yang pro dan kontra. Terlebih, saat itu modal paling besarnya adalah nekat. Tidak ada bekal teori akting. Hasilnya pun terbagi dua. "Ada yang bilang, akting aku itu bagus dan ada yang bilang
jelek," ucapnya saat ditemui Jawa Pos jelang syuting Coffee Bean Show di gedung TransTV Jumat (31/7).
Ragam tanggapan tersebut menjadi kesan pertamanya dalam menapaki karir di bidang akting. Hal itu membekas dan terus teringat, bahkan sampai dirinya bermain di beberapa judul berikutnya; Pesan dari Surga, Kesurupan, Tulalit, Drop Out, Rumah Dara (film pendek), dan akhirnya, Macabre.
Sepanjang itu, Daanish masih dihantui pertanyaan, apakah benar dirinya sanggup berkarir sebagai aktris? Apakah dunia seni peran adalah jalan karirnya? Sebab, di antara beberapa peran yang Daanish mainkan, hanya sekali dirinya masuk nominasi di Festival Film Indonesia. Yaitu, lewat aktingnya di salah
satu judul FTV, Cerita Tiga Potong Hati.
Maka, panggung Puchon International Fantastic Film Festival benar-benar menjadikan Daanish bangga sekaligus grogi. Namanya disebut sebagai pemenang Best Actress setelah dewan juri sepakat menganggap bahwa peran Dara yang dia mainkan di film Macabre adalah yang terbaik.
Daanish mengisahkan, ketika melangkah dari tempat duduknya menuju panggung untuk menerima piala, dirinya berpikir keras mengenai kalimat yang akan diucapkannya nanti. "Aku hampiri mik, sampai lupa harus ambil piala. Terus aku bilang, aniong haseo, seperti hello dalam bahasa Korea. Tapi, mbak
yang di panggung colek aku supaya ambil piala dulu," kenangnya lantas tertawa.
Daanish memang tertawa saat di panggung itu. Tapi, ungkap dia, sesungguhnya degup jantungnya begitu kencang tak terkontrol. "Aku gemetaran banget. Keringat dingin pula. Satu pengalaman yang unbelievable buat aku. Semoga karir aku dan filmnya semakin maju di ajang internasional," harap
perempuan kelahiran London, 21 Juni 1982, tersebut.
Lebih dari itu, imbuh Daanish, kemenangan tersebut seperti menjawab pertanyaan yang mengganjal dalam dirinya soal mampu atau tidaknya berkarir di akting. "Dengan penghargaan ini, aku ada sedikit pemikiran, berarti aku bisa akting. Aku menjadi semakin yakin bahwa ternyata jalan aku di sini. Merasa
yakin kalau this is my life," ucapnya mantap.
Setelah berfoto, piala diambil oleh panitia untuk diukiri namanya. Dalam waktu dekat piala tersebut akan dikirim dan menjadi pajangan pertamanya sebagai bukti ada apresiasi terhadap jerih payah Daanish.
Film Macabre baru akan dirilis di Indonesia sekitar Oktober 2009. Dalam film tersebut Daanish berperan sebagai Dara, ibu tiga anak yang melahirkan dan mendidik anaknya untuk membunuh agar bisa bertahan hidup. (jp/int)