Blangkejeren(alabaspos) selama putaran liga 3 grup C zona Aceh yang digelar di stadiun seribu bukit, hampir setiap harinya tribun tertututup yang berkapasitas sekitar 5000 penonton, selalu saja penuh terisi oleh para penonton dan suporter pendukung tuan rumah PSGL Gayo Lues.
Ribuan penonton yang menyaksikan setiap laga apakah tim tuan rumah yang bertanding atau tim lainnya, selalu saja mendapat aplusan dan dukungan dari ribuan pasang mata yang sedang menyaksikan jalannya pertandingan.
Namun bedanya penonton di stadiun seribu bukit Blangkejeren, tidak selalu perpihak pada tuan rumah apalagi bermain tidak fair atau bermain keras dan menyakiti lawannya, jika itu terjadi maka sorak sorai dan kata kata ocehan dari penonton akan keluar dengan nyaringnya, namun jika pemain tuan rumah dikasari atau diganjal dengan keras pemain lawan, akibatnya caci maki segera keluar dari ribuan penonton, bahkan kata kata tak sedap didengar telinga pun keluar.
Beberapa pemain non tuan rumah sempat menyampaikan bahwa penonton di Blangkejeren sangat sportif dan tidak militan mendukung tim rumah, bahkan akan mendukung tim luar jika bermain cantik dan fair play, penonton di Gayo Lues ini sebut beberapa pemain dari luar, sangat sportif mereka ingin main bola itu dengan skill bukan dengan kekerasan apalagi menjurus pada kasar, mungkin penonton di Gayo Lues berjiwa seni bermain bola, bukan berjiwa kasar dan militan, kami senang bermain di Gayo Lues ini, selama bertanding di disini kami merasa nyaman masyarakatnya cukup ramah dan bersahabat. kondisi seperti ini dapat dijadikan contoh oleh daerah lain, penonton atau suporter harus mendukung pemain yang bermain cantik, bukan karena tim tuan rumah bermain kasar harus didukung juga, kami sangat senang dan bangga melihat suporter dan Penonton di Gayo Lues, mereka ternyata memahami seni sepakbola, baik untuk dicontoh daerah lainnya. ujar beberapa pemain dari Grup C zona Aceh ini.
Saat pemain PSGL terkena kartu merah melawan Persitas tidak ada keributan penonton, karena menganggap pemainnya memang pantas terkena kartu merah, kalau didaerah lain bukan tidak mungkin botol air mineral sudah beterbangan ke lapangan hijau dan mengganggu jalannya pertandingan, anehnya lagi penonton di Gayo Lues, bisa marah dan mencaci maki jika ada pelatih atau pengurus tim yang menjadi provokasi jika terjadi insiden di lapangan, kami salut melihat sikap penonton di Gayo Lues, baru kali ini kami melihat penonton dan suporternya sangat sportif, ini perlu di contoh ujar M.Saidi warga Aceh Barat Daya yang sengaja datang dari Blang Pidie untuk menyaksikkan pertandingan bola kaki di Blangkejeren (irham)