Opini

Lahirnya Provinsi ALA dan ODB Lainnya,Akan Perkuat Bargaining Aceh Terhadap Jakarta

Redaksi
Istimewa



Blangkejeren(alabaspos.com) Gagasan pemekaran Provinsi Aceh Louser Antara,sebenarnya merupakan hak inisiatif DPR RI priode 2004- 2009, karena itu pergerakan untuk memperjuangkan pemekaran Provinsi yang berada di kawasan tengah diantara ekosistem pegunungan Louser ini,berbagai elemen masyarakatnya,baik dari unsur pemuda.mahasiswa,kepala desa hingga yang berada di kepanitiaan pemekaran yang disebut KP3ALA terus bergerak dan melakukan pertemuan pertemuan untuk terus mendorong pengambil kebijakan di negara ini untuk segera melahirkan Provinsi Aceh Louser Antara.


Aksi aksi penyampaian aspirasi bukan saja di daerah daerah dalam kawasan ALA,tetapi berkali kali meminta DPRA dan Gubernur Aceh agar memberikan rekomendasinya serta mendukung pemekaran Provinsi Aceh Louser Antara,walaupun saat itu Aceh masih dalam konflik bersenjata, tekad dan semangat para tokoh dan masyarakat ALA tidak pernah kendor,bahkan istana dan gedung DPR RI kerap menjadi sasaran aksi mahasiswa,pemuda dan masyarakat ALA melakukan demontrasi menuntut pemekaran Wilayah Aceh bagian tengah, namun dengan berjalannya waktu pemerintah melakukan moratorium pemekaran.ketika perjuangan ALA hampir berada di garis finish.


Banyaknya para elit politik di Aceh yang gencar menolak Pemekaran ALA saat itu,seperti DPRA Gubenur Abdullah Puteh,Gubernur Azwar Abu Bakar dan Irwandi Yusuf, alasannya yang terkonfirmasi mereka tidak ingin Aceh terpecah menjadi beberapa Provinsi,sedangkan bagi pemerintah pusat alasan keuangan negara untuk memback up daerah otonomi baru terasa sangat berat, padahal itu semua adalah tanggung jawab pemerintah pusat sebagai pemimpin dan pengelola NKRI,sanggup atau tidak sanggup bukan urusan rakyat, itulah sebabnya ada pemerintah pusat.


Saat dalam perjuangan pemekaran provinsi ALA, memang banyak miskomunikasi yang terjadi kemudian tidak egosentris dan primodialisme Banda Aceh selalu dikedepankan.tanpa bisa dan mampu menerima alasan pemekaran Provinsi ALA,


Padahal sikap dan tujuan masyarakat ALA setelah lahirnya UUPA,adalah untuk memperkuat bargaining Aceh di mata pemerintah pusat pasca MoU Helsenki, Aceh butuh beberapa Provinsi baru,artinya akan ada Gubernur di beberapa provinsi itu, dan Gubernur serta wilayahnya akan menjadi simbol bagi satu kesatuan Aceh,yakni Wali Nanggroe, wali Nanggroe secara simbolis menjadi tiang utama bagi keistimewaan Aceh,perekat ada dan budaya serta agama Islam,dalam wilayah Nanggroe Aceh yang dipimpin masing masing Gubernur.Wali Nanggroe dipilih lima tahun sekali secara bergilir dari provinsi yang ada di Aceh. Inilah gunanya ada Wali Nanggroe sebagai Wali bagi Aceh.


Setiap provinsi di Aceh akan mengutus tokoh tokoh politiknya ke Senayan dari hasil Pileg.dengan demikian wakil Aceh di Senayan akan lebih banyak. Anggaran untuk Aceh akan lebih besar sebab ada beberapa provinsi termasuk provinsi ALA didalamnya, Beberapa Provinsi di Aceh hanya terpisah administrasi semata,tapi menyatu dalam Budaya adat dan religiusnya.pembangunan Aceh secara menyeluruh akan cepat berhasil,sebab beberapa provinsi yang ada akan bersaing dan bersanding dalam membangun Provinsi masing masing.ekonomi Aceh akan menjadi sebuah kekuatan baru di Nusantara bahkan di Asia Tenggara.jika Aceh memiliki beberapa provinsi.karena semua Sumber daya alam Aceh akan tergali dengan sendirinya karena rentang kendali yang dekat serta mempermudah semua urusan yang dibutuhkan oleh masyarakat dan investor.


Secara politis kekuatan Aceh menjadi bargaining bagi pemerintah pusat selain banyaknya anggota DPR RI Asal Nanggroe Aceh Darussalam, partai lokal juga bagian dari partai di seluruh Provinsi yang ada di Aceh, dengan demikian kader kader partai lokal akan lebih mudah bersaing dengan partai nasional.artinya keberadaan partai lokal akan tetap ada disetiap Provinsi dalam wilayah Naggroe Aceh Darussalam.


inilah inti dari perjuangan yang dilakukan selama ini oleh para tokoh.pemuda dan mahasiswa serta masyarakat Aceh Louser Antara.bukan untuk terpisah dari Aceh, namun akan memperkuat satu kesatuan Aceh secara menyeluruh,kenapa ? Sebab namanya masih menggunakan Aceh Louser Antara.walaupun diawal pergerakannya ada yang menyebut Provinsi Galaksi (Gayo Alas Singkil), namun hal ini banyak yang tidak setuju, sebab kata kata Acehnya tidak ada,inilah bukti kecintaan rakyat ALA terhadap Aceh sehingga nama Aceh tidak boleh hilang. Jika Nanggroe Aceh Darussalam cuma punya 1 Gubernur hal itu terasa janggal dan tidak relevan dengan adanya simbol Wali Nanggroe.


penulis : Azhari Lubis

Tinggal di Blangkejeren

kabupaten Gayo Lues

Nanggroe Aceh Darussalam


Penulis: Redaksi

Situs ini menggunakan cookies.