Olah Raga

Diwarnai Insiden dan Kartu Merah, Kutelintang Juara Bupati Cup 2018,Tekuk PSKJ A 3-0

Redaksi
dok azhari lubis/alabaspos
Bupati Gayo Lues Muhammad Amru foto bersama skuad Kutelintang Fc, sebagai juara I Bupati Cup 2018

Blangkejeren(alabaspos), Babak Final Bupati Cup 2018 antara Kutelintang Fc melawan PSJK A Kampung Jawa, sempat diwarnai insiden yang memalukan, apalagi laga kedua tim tersebut disaksikan Bupati Gayo Lues Muhammad Amru serta pejabat teras jajaran Pemkab setempat, Forkopimda maupun sekitar 8 Ribu pasang mata, yang berada di tribun tertutup dan tribun terbuka stadiun seribu bukit Blangkejeren Minggu sore 19/8.


Insiden pertama terjadi ketika ada pelanggaran oleh pemain Kutelintang, namun wasit sudah membunyikan pluitnya, tetapi seorang pemain PSJK A menendang bola dengan keras, tendangan tersebut mengenai kepala temannya, yang tergeletak akibat pelanggaran seblumnya, merasa mau membela diri, pemain PSJK A itu malah mengejar pemain yang melakukan pelanggaran itu, hal ini memancing pemain lainnya saling dorong dan saling kejar, namun kejadian tersebut diperkeruh masuknya salah seorang panita pelaksana pertandngan, dan sempat mengejar pemain Kutelintang melihat kejadian ini, para official Kutelintang tidak menerima kejadian itu, tribun yang dikuasai oleh suporter Kutelintang mulai gemuruh, aparat keamanan sempat melerai dan meminta agar kejadian tersebut tidak berlarut, bahkan Kompol Masri selaku Kabag Ops Polres Gayo Lues, melalui pengeras suara meminta penonton tidak berbuat anarkis, beberapa saat pertandingan harus dihentikan.


Pada lanjutan pertandingan usai insiden tersebut, kedua tim bermain semakin keras dan saling jual beli serangan, namun nasib bagus diterima tim Kutelintang dari lapangan tengah singgih menerima bola dan langsung melakukan tendangan ke arah gawang PSJK A, bola bergetar ke jaring hingga Kutelintang unggul 1-0, pada babak pertama.


Pada babak kedua Kute Lintang mengendorkan serangannya, unggul 1-0 dijadikan poin untuk menjaga wilayahnya dari serangan PSJK A,yang begitu gencar untuk menyamakan skore, namun upaya PSJK A melalui Novri,Erwin dan Razali, selalu saja gagal karena ketatnya pemain Kutelintang, melakukan upaya menempel setiap serangan PSJK A. Gencarnya serangan PSJK A membuat mereka lupa menjaga pertahanannya, dari sebuah serangan balik pada menit 23 babak kedua, sentuhan dari kaki nomor punggung 29 Adi kembali mengecoh penjaga gawang PSJK A Dedi Anggara, hingga Kutelintang menambah skore menjadi 2-0, ketinggalan 0-2 PSKJ A semakin meningkatkan daya dobraknya, permainan keras dengan melakukan beberapa kali pelanggaran kerap terjadi ditengah lapangan, sehingga wasit Hamdan harus memberikan kartu kuning kepada pemain kutelintang, dan seorang pemain lainnya bernomor punggung 27 Anda, harus dikeluarkan wasit dengan kartu merah. satu gol tambahan bagi Kutelintang melalui kaki Eghas (8), untuk melengkapi kemenangan Kutelintang dan berhak menerima piala tetap dan piala bergilir Bupati Gayo Lues serta Uang pembinaan sebesar Rp 25 Juta. sedangkan PSJK A harus puas ditempat kedua dengan tropi dan uang pembinaan.


Juara ketiga adalah Pintu Rime FC dan juara keempat Bukit Fc.


Pelatih Kutelintang Julfan mengatakan, apa yang diperintahkannya terhadap pemainnya, semua dipatuhi, koloborasi antara untuk saling menutup pergerakan lawan, ternyata mampu mengimbangi pemain depan PSJK A.


"memang pola pada babak pertama kami menggunakan pola 4-4-3, kami berupaya untuk menyerang dengan menutup setiap gerakan lawan, pada babak kedua pola kami ubah menjadi 4-4-2, dengan kombinasi dengan serangan balik, hal ini ternyata membuahkan hasil, apalagi anak anak Kutelintang patuh dan disiplin untuk menjaga setiap gerakan pemain lawan, tentunya ini merupakan kebahagiaan kami sebagai masyarakat Kutelintang, berhasil memboyong piala Bupati Gayo Lues, tentunya ini semua berkat doa dan dukungan semua warga Kampung Kutelintang, sehingga anak anak Kutelintang meraih yang terbaik" ujar Julfan.


Sedangkan pelatih PSJK A Kholil mengatakan anak anak asuhnya, memang bermain diluar form, kami sudah berusaha namun nasib tidak mendukung, masalah bagi timnya sebut Kholil soal keberadaan U 21 dalam setiap tim, yang diwajibkan harus ada empat pemain. kalau memang mau membina dan mencari bibit potensi, harusnya panitia membuat u 21 semuanya, jangan seperti ini, ini membuat bingung klub yang ikut turnament, tentunya ini masukan bagi panitia, ujar Kholil.(azl)

Situs ini menggunakan cookies.