Hukum

Palsukan Tanda Tanganya,Sekdes Polisikan Pengulu Berhut

Redaksi
dok alabaspos/Irham
Sekdes Berhut Musa membelakangi lensa saat membuat laporan pengaduan kepada SKPT Polres Gayo Lues

Blangkejeren(alabaspos), Sekretaris Desa Berhut Kecamatan Terangun Musa 52 Tahun, melaporkan Pengulunya (kades) Seran ke Polres Gayo Lues, dengan dugaan memalsukan tanda tangan Musa selaku Sekdes tersebut untuk kepentingan mencairkan anggaran desa Berhut.


Kepada media ini Musa 12/2 menjelaskan usai dirinya melaporkan Pengulu Berhut kepada kepolisian, dirinya merasa curiga sebab dalam pencairan anggaran desa dirinya tidak pernah dilibatkan, bahkan tidak pernah menandatangani berkas apapun dalam pencairan dana desa Berhut.


"saya merasa curiga kenapa dana desa Berhut dapat dicairkan, termasuk anggaran pada tahun sebelumnya, sedangkan saya tidak pernah dilibatkan sama sekali, untuk itu saya mencari tahu dan mencoba mencari berkas dokumen anggaran desa, dan saya sangat terkejut, tanda tangan saya ada di berbagai dokumen termasuk dalam pencairan anggaran desa, sedangkan saya sama sekali tidak pernah diminta apalagi dilibatkan dalam hal pembuatan dokumen itu, tentunya hal ini adalah harga diri saya sudah dilecehkan dengan memalsukan tanda tangan saya, sehingga saya melaporkannya ke pihak berwajib" ujar Musa dengan didampingi unsur LSM Louser Coruption wacth (LCW) Gayo Lues Ricky Udayara.SE.


Musa juga menjelaskan dirinya sebagai pendukung Saren pada waktu Pilkades Berhut, sudah sering memberikans saran dan nasehat agar pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan dana desa, haruslah transparan dan jangan ada upaya untuk memalsukan tanda tangan perangkat desa atau masyarakat, namun apa yang pernah saya sampaikan itu tidak digubris, bahkan tanda tangan saya sendiri pun dipalsukannya, saat ditanyakan apakah ada indikasi penyalahgunaan dana desa oleh Pengulu Berhut, sehingga berani memalsukan tanda tangan perangkat desanya, Musa menjawab soal adanya dugaan penyalahgunaan dana desa, tentunya merupakan tugas dari pihak berwajib,dirinya hanya melaporkan pemalsuan tanda tangannya, kepada pihak berwajib.dalam laporannya Musa diterima Aipda Daud selaku Kanit SPKT Polres Gayo Lues 


Untuk melengkapi pemberkasan, Musa akan kembali diperiksa oleh bagian Reskrim.


"mungkin besok Rabu 13/2 kami akan kembali dipanggil oleh Bagian Reskrim Polres Gayo Lues, untuk tindak lanjut dari pengaduan yang kami sama sampaikan,informasi itu sudah kami terima" jelas Musa.


Unsur LSM LCW Ricky Udayara mengatakan saat mendampingi pelapor, pihaknya akan melakukan pengawalan dalam kasus pemalsuan tanda tangan Sekdes Berhut.


"kami dari LSM meminta agar pihak berwajib menindak lanjuti laporan Sekdes Berhut, sekalian dilakukan pendalaman kasus, apakah anggaran dana desa Berhut, digunakan untuk kepentingan masyarakatnya, atau ada indikasi lain tentunya pihak Berwajib sudah paham untuk mengembangkan kasus ini" jelas Ricky. (Irham/Hengki) 

Situs ini menggunakan cookies.