Headline

Wabup Gayo Lues : SKPK Wajib Menjawab Pandangan Umum DPRK Dengan Jelas Dan Fakta

Redaksi
Azhari Lubis
Wakil Bupati Gayo Lues H.Said Sani



Blangkejeren(alabaspos.com) Kritikan Anggota dewan pada pandangan umum fraksi yang ada di DPRK Gayo Lues terkait RAPBK tahun 2021 pada Sabtu malam 28/11/2020 haruslah dijawab dengan jelas dan evaluasi semua kinerja SKPK selama ini.hal ini ditegaskan Wabup Gayo Lues H.Said Sani Usai sidang di Skore untuk jawaban Kepala Daerah atas pandangan umum anggota fraksi.


"Hari Senin semua SKPK yang terkait atas pandangan umum fraksi wajib dijawab dengan benar dan fakta,kita tidak mau hal ini terus menerus terjadi.harus ada perubahan yang signifikan kedepannya atas kritikan dana saran yang disampaikan oleh anggota fraksi tadi.jawaban kepala daerah harus realistis,ini adalah tanggung jawab semua SKPK yang terkait atas pandangan umum itu,implementasi dari pandangan umum itu adalah ke masa depan.jangan ada lagi hal yang disampaikan tadi,menjadi masalah kedepannya tanpa perbaikan dan evaluasi yang benar.saya tegaskan sekali kepada SKPK yang terkait untuk memberikan jawaban yang benar" tegas Said Sani.


Pada pandangan umum yang disampaikan oleh dua fraksi yang ada di DPRK Gayo Lues rata rata yang menyampaikan pandangan umumnya,lebih mengarah pada kritikan tajam atas kinerja SKPK.

Seperti Karim Kemala Derna Ketua fraksi Gayo peduli ada 20 poin kritikan yang disampaikannya.antara lain masalah anggaran untuk Hibah tahun 2021 yang dianggap terlalu gemuk,sehingga perlu dijelaskan kemana dan untuk siapa anggaran yang begitu besar.begitu juga Idris Arlem dari partai Demokrat menyoroti masalah banjir yang terjadi dikawasan kota jika hujan lebat dan tidak berfungsinya drainase masalah makam pahlawan yang belum mendapat sentuhan yang layak dari Pemkab Gayo Lues.hal lainnya masalah pasar Tebelang atau pasar pagi yang tidak lagi berfungsi sehingga menjadi terlantar dan mubazir.El Amin dari partai Nasdem lebih menekankan masalah kontribusi air bersih yang dikelola PDAM Tirta sejuk yang kinerjanya masih sangat lemah dalam pelayanan kepada masyarakat sebagai konsumen,apalagi air PDAM tidak rutin mengalir ke konsumen serta mutu airnya yang masih jauh dari air yang disebut air bersih.

Penulis: Azhari Lubis

Situs ini menggunakan cookies.