Headline

Ultimatum Kepsek Mundur, Kadisdik Aceh di Kecam

Redaksi
Istimewa
Kadisdik Aceh Drs. Alhudri.MM



Blangkejeren(alabaspos.com) Ultimatum yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh Alhudri yang memberi ultimatum kepada Kepala sekolah khususnya SMA/SMK dan SLB yang berada dalam nomenklatur Disdik Aceh untuk mundur, jika tidak mampu laksanakan vaksinasi disekolahnya hingga batas waktu 30 September, mendapat berbagai reaksi dan kecaman dari berbagai pihak,di grup grup WA maupun di media sosial termasuk dari orang tua atau wali murid.


"Pernyataan Kadisdik Aceh ini tidak berlogika,kenapa harus Kepala sekolah yang disalahkan,bukankah hal itu adalah tanggung jawab dari Kepala Dinas Provinsi,bukan Kepala sekolah jangan melemparkan tanggung jawab kepada kepala sekolah" tulis anggota grup di WA.

Ada juga yang mengatakan jika Kadisdik tidak mampu sebaiknya Kadisdik yang mundur atau diberhentikan oleh Gubernur,karena telah membuat resah kepala sekolah,jika kepala sekolah yang selama bagus bekerja lalu mundur karena masalah vaksinasi bukankah sekolah itu yang rugi? Apalagi banyak yang mundur,jika Kadisdik yang mundur tidak ada kerugian bagi sekolah,sebab yang antri pasti banyak. Tulis anggota Grup WA lainnya.


Selama pandemi Covid 19 khususnya di Kabupaten Gayo Lues,pelaksanaan sekolah tatap muka tidak terganggu,hanya beberapa bulan saja siswa belajar daring,itupun karena daerah ini masuk zona merah, pihak sekolah sendiri mengatur tata cara belajar tatap muka dengan menggunakan shift belajar ,artinya daerah ini tidak ingin terganggu pelaksanaan belajar mengajar,bahkan sampai saat ini belum ada informasi adanya kluster sekolah baik sekolah boarding maupun pesantren.

Sehingga apa yang menjadi ultimatum Kadisdik Aceh itu,dianggap berlebihan dan membuat gaduh serta resahnya kepala sekolah.


Beberapa sumber media ini menyebutkan harusnya Kadisdik Aceh memahami kenapa siswa SLTA belum mau di vaksin,itu bukan kesalahan kepala sekolah,sebab kepala sekolah sudah menyurati orang tua/wali apakah anak mereka diizinkan untuk divaksin,namun orang tua/wali murid itulah yang belum mengizinkan anaknya divaksin,karena berbagai alasan, harusnya Disdik Aceh yang berperan memberikan pehaman kepada orang tua/wali murid agar anak anak mereka diizinkan untuk divaksin Covid 19, dengan menggandeng dari Pihak Dinas Kesehatan sekaligus bertanggung jawab jika pasca divaksin ada dampak negatifnya.sebab selama ini banyak kejadian setelah seseorang divaksin ada yang pingsan,ada yang lumpuh, ini juga perlu penjelasan kenapa hal itu bisa terjadi,apakah karena vaksin atau ada hal lainnya, pemahaman itu yang perlu disampaikan agar tidak ada keraguan bagi orang tua murid.

Jadi solusinya bukan minta kepala sekolahnya yang mundur,sedangkan Kadisnya aman dan tenang dengan jabatannya.

Penulis: Azhari Lubis

Situs ini menggunakan cookies.