Headline

Ternyata Melepas Harimau ke Habitatnya Beresiko Tinggi

Redaksi
Istimewa
Harimau Srinabila asal Tapsel Sumur dilepas di Hutan TNGL Gayo Lues



Blangkejeren(alabaspos.com) Pelepasan kembali Siraja hutan alias Harimau sumatera ke habitatnya setelah dirawat akibat terjerat atau akibat lainnya, ternyata bukanlah hal yang mudah resiko yang diakibatkan saat pelepasan Harimau ternyata cukup besar, hal ini tergambar saat tekhnical meeting yang dilakukan oleh tim dari BKSDA Sumut dan Aceh beserta dari tim Taman Nasional Gunung Louser maupun para NGO pemerhati satwa Harimau Sumatera saat akan dilepaskannya Harimau asal Tapsel yang diberi nama Srinabila itu di hutan TNGL Gayo Lues,pertemuan diaula kantor TNGL wilayah 3 Gayo Lues Senin malam 2/11/2020, memperlihatkan bahwa pelepasan Harimau tidak sama dengan pelepasan orang hutan atau satwa yang dilindungi lainnya.pasalnya si raja hutan ini bukan tidak mungkin melakukan penyerangan terhadap petugas yang akan melepaskannya.ketika kerangkeng dibuka.

Harimau memiliki naluri yang tajam apalagi jika manusia dekat dengannya,harimau merasa terancam sehingga bisa saja terjadi hal hal yang tidak diinginkan saat harimau dilepaskan.

Untuk melepaskan kembali Harimau ke habitatnya diperlukan beberapa cara, apalagi dengan menggunakan helikopter, gangguan suara Helikopter bisa saja membuat harimau tidak mau keluar dari kerangkengnya atau kandang,sedangkan petugas tidak boleh terlalu dekat,sebab hal yang ditakutkan ketika Harimau keluar dari kerangkengnya bukannya langsung pergi ke hutan,malah balik untuk menyerang petugas,sehingga petugas harus memiliki dan menyiapkan senjata api atau pailing tidak petasan ukuran besar agar harimau mau pergi ke kawasan hutan.


Pelepasan Harimau asal Tapsel Sri Nabila yang dilakukan Selasa pagi 3/11/2020 berjalan dengan baik pesawat helikopter yang membawa sang raja hutan beserta petugas berhasil melepaskannya dikawasan Hutan TNGL yang berada di kecamatan Putri Betung,walaupun cuaca kurang mendukung, Harimau berusia sekitar 2-3 tahun ini terlihat keluar dari kerangkengnya dan langsung menuju kawasan hutan Kappi yang berada dalam kawasan TNGL.


Dilepasnya Harimau asal Tapsel di wilayah Hutan TNGL Gayo Lues mendapat perhatian masyarakat terutama para netizen di media sosial menjadi pembicaraan, netizen banyak mempertanyakan kenapa Gayo Lues dijadikan tempat pelepasan harimau dari luar daerahnya.sedangkan Harimau yang ada di Hutan Gayo Lues saat ini masih terbilang banyak,dan sering muncul ke lahan perkebunan masyarakat,ada juga yang turun ke jalan lintas provinsi seperti beberapa waktu lalu,pemobil yang melintas dikawasan perbatasan Gayo Lues dan Abdya,sempat memposting video ke medsos beberapa ekor Harimau berada di pinggir jalan tepi hutan,selain itu dikabarkan juga selama bulan Maulid ini,warga sering melihat kemunculan harimau dilahan kebunnya bahkan warga juga menghimbau ke netizen lainnya, untuk sementara tidak melakukan perjalanan kekawasan Kappi untuk mencari ikan disungai yang ada dikawasan itu, begitu juga dengan wisatawan yang akan tracking kesana.



Penulis: Azhari Lubis

Situs ini menggunakan cookies.